Kompas.com - 17/06/2013, 16:14 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Pemerintah Arab Saudi resmi pertimbangkan perpanjangan pengampunan tiga bulan ke depan untuk pekerja asing ilegal pelanggar masa visa. Koran Al Riyadh mewartakan hal ini pada Senin (17/6/2013).

Pemerintah Arab Saudi melakukan pembenahan sistem ketenagakerjaan dengan reformasi peraturan pekerja. Salah satu pasal penting yang mengemuka adalah pengampunan bagi para pekerja asing ilegal. Syaratnya, mereka harus meninggalkan Arab Saudi selamanya. "Pengampunan itu meliputi pelanggaran kerja dan bertempat tinggal," kata pernyataan Pemerintah Arab Saudi.

Kebijakan pengampunan itu memang merupakan upaya untuk mereduksi banyaknya jumlah pekerja ilegal yang mencari nafkah di Arab Saudi. Mereka yang mendapat pengampunan terlepas dari denda gaji dan akumulasi pajak.

Kendati demikian, kebijakan itu terkesan belum tertata rapi. Makanya, saat ini, terdapat banyak kerumunan pekerja asing ilegal di kedutaan-kedutaan besar negara masing-masing yang mengurus pengampunan.

Insiden di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah adalah salah satu dampak kebijakan itu. Tercatat, satu orang tewas dalam kejadian tersebut.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.