Kompas.com - 17/06/2013, 12:34 WIB
EditorEgidius Patnistik

Seorang perempuan dari negara bagian Tasmania, Australia, mengalami cedera di kepalanya yang mengakibatkan gaya bicaranya kedengaran seperti aksen Perancis. Dia mengatakan kondisi yang jarang ini membuatnya gelisah dan depresi.

Delapan tahun lalu Leanne Rowe terbangun di RS Austin di Melbourne dengan punggung dan rahang patah setelah mengalami kecelakaan mobil yang serius.

"Perlahan-lahan, ketika rahang saya mulai sembuh, mereka mengatakan bicara saya kurang jelas karena saya sedang makan pil yang sangat kuat," katanya kepada ABC. Bicara yang kurang jelas itu berubah menjadi apa yang kedengaran seperti aksen Perancis sampai sekarang.

Dokter keluarga, Robert Newton, menduga, Rowe terkena 'Sindrom Aksen Asing' yang sangat jarang.

Rowe mengatakan, ia lambat laun mulai menerima kenyataan apa yang mungkin akan dijalaninya seumur hidup. Ia berharap sikap menerima ini akan membantunya mengatasi keresahan dan depresi yang muncul bersama aksen asing itu.

Rowe, seorang sopir bis dan anggota Tentara Cadangan sebelum kecelakaan, kini melukiskan dirinya sebagai seorang yang mengucilkan diri. "Ini membuat saya marah karena saya orang Australia," katanya. "Saya bukan orang Perancis, meskipun saya tidak benci orang Perancis."

Anak perempuan Rowe, Kate Mundy, mengatakan, ia merasa sangat lega ibunya selamat dalam kecelakaan itu dan ia tidak memperhatikan perubahan aksen pada awalnya.

Tapi, kata Mundy, sindrom tersebut menimbulkan dampak serius dan ia kini lebih sering mewakili ibunya kalau berbicara di depan umum. "Kami juga kadang tertawa geli, tapi kalau dipikir, kondisi ini benar-benar berat bagi dia," katanya. "Kondisi ini sangat mempengaruhi hidupnya. Orang melihat dari sisi lucunya dan mengira itu sangat menarik. Memang menarik, tapi saya melihat dampaknya terhadap hidup ibu saya."

Kondisi Langka

Dr Newton mengatakan, dalam 70 tahun terakhir telah terjadi 62 kasus yang tercatat di seluruh dunia. Menurutnya, Rowe adalah satu di antara dua orang Australia yang terkena sindrom tersebut.  "Ia bicara dengan aksen Australia yang normal sebelumnya," katanya.

"Ia belajar bahasa Perancis di sekolah tapi ia belum pernah ke Perancis, tidak punya teman Perancis sama sekali. Tiba-tiba ia muncul setelah mengalami cedera di kepala dan berbicara dengan aksen Perancis, saya hampir tidak percaya."

Karen Croot dari University of Sydney adalah salah satu dari segelintir pakar yang melakukan penelitian atas Sindrom Aksen Asing. Ia mengatakan, itu terjadi ketika jaringan otak yang berkaitan dengan kemampuan berbicara rusak.

Menurutnya, itu bukan benar-benar aksen Perancis, cuma kedengarannya seperti aksen Perancis di telinga yang mendengarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.