Dinas Intelijen AS Berikan Alasan soal Pemantauan

Kompas.com - 17/06/2013, 08:04 WIB
EditorEgidius Patnistik

Para pejabat intelijen Amerika menyatakan program-program pengintaian kontroversial oleh pemerintah telah berhasil menggagalkan puluhan rencana teroris di Amerika dan lebih dari 20 negara lainnya.

Badan-badan intelijen Amerika melansir dokumen yang baru-baru ini dinyatakan bukan rahasia lagi hari Sabtu, setelah para legislator meminta lebih banyak informasi mengenai program pengintaian, untuk menunjukkan efektivitas program itu.

Menurut laporan itu, dari ratusan juta catatan panggilan telepon di Amerika yang dikumpulkan, hanya 300 yang ditelusuri untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai penelepon pada tahun 2012. Mereka tidak memberi rincian lain mengenai rencana yang digagalkan atau negara mana yang terlibat.

Para pejabat intelijen menyatakan mereka sedang berusaha mencabut status rahasia informasi mengenai puluhan rencana yang menurut kepala Badan Keamanan Nasional (NSA) Jenderal Keith Alexander berhasil digagalkan, untuk menunjukkan manfaat program tersebut. Tetapi mereka ingin memastikan bahwa program tersebut tidak mengungkap beberapa bagian dari rencana kontraterorisme yang sedang berjalan.

Menurut para pejabat, kedua program NSA itu dievaluasi setiap 90 hari oleh mahkamah rahasia yang diberi izin berdasarkan Undang-Undang Pengintaian Intelijen Asing.

Berdasarkan program tersebut, data yang menunjukkan hal-hal seperti waktu dan lama percakapan, hanya dapat diteliti jika ada kecurigaan mengenai keterkaitan dengan terorisme. Mereka juga menyatakan semua data yang dikumpulkan itu dimusnahkan setiap lima tahun.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

    Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X