Harapan Perubahan di Bawah Rohani

Kompas.com - 17/06/2013, 02:10 WIB
Editor

Teheran, Kompas - Kegembiraan dan harapan perubahan segera meluap di kalangan warga Iran setelah Hassan Rohani resmi diumumkan sebagai pemenang pemilihan presiden Iran, Sabtu malam lalu. Perayaan dan pesta pora mewarnai kota Teheran hingga Minggu (16/6) pagi.

Warga Teheran, baik tua maupun muda, lelaki dan wanita, langsung turun ke jalan, berbaur meluapkan kegembiraan. Sepanjang 35 kilometer Jalan Valiosr yang membelah kota Teheran macet total. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Teheran, Iran, Minggu.

Kota Teheran disebutkan tak pernah dilanda lautan manusia seperti ini sejak kedatangan Pemimpin Revolusi Iran Imam Khomeini dari Paris ke Teheran pada tahun 1979.

”Saya senang Hassan Rohani mendapat suara besar. Itu menunjukkan bahwa Rohani adalah pilihan rakyat,” ungkap seorang wanita setengah baya yang tak mau menyebut namanya di bundaran Jalan Valiosr.

Rohani, satu-satunya kandidat dari kubu reformis, berhasil mengalahkan semua kandidat dari kubu konservatif. Kemenangan besar Rohani menunjukkan, rakyat Iran merindukan kebebasan, seperti halnya rakyat negara-negara Musim Semi Arab yang berhasil menumbangkan para diktator.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei langsung menyerukan agar rakyat Iran membantu presiden terpilih Hassan Rohani. Khamenei mengatakan, tingginya partisipasi rakyat Iran dalam pemilihan presiden menunjukkan gagalnya propaganda musuh-musuh Iran.

Tercatat sebanyak 36 juta atau sekitar 75 persen dari total 50 juta pemilih di Iran menggunakan hak suaranya pada pemilihan hari Jumat pekan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam sambutannya, Rohani menyebut kemenanganya adalah kemenangan kelompok moderat atas kelompok radikal. Ia meminta masyarakat internasional mengakui hak-hak Iran.

Direktur Program Pascasarjana Bidang Diplomasi Universitas Paramadina, Jakarta, Dinna Wisnu, mengatakan, kemenangan Rohani menunjukkan, masyarakat Iran sangat menginginkan gaya kepemimpinan yang lebih lunak dan tidak ofensif dalam hubungan luar negeri. ”Karena cara tersebut dipandang justru menghambat perbaikan nasib ekonomi masyarakat Iran,” kata Dinna kepada Kompas di Jakarta, Minggu.

Pengamat masalah Timur Tengah, Zuhairi Misrawi, mengatakan, kemenangan Rohani adalah kemenangan yang sangat mengejutkan. ”Sekaligus membuktikan bahwa warga Iran menghendaki reformasi kepemimpinan yang lebih mencerminkan kehidupan global yang mendorong perdamaian,” papar Zuhairi.

Ucapan selamat kepada Rohani mengalir dari dunia internasional, termasuk dari Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan para pemimpin negara di kawasan Teluk Persia. Sementara pihak Gedung Putih mengaku menghormati hasil pemilihan presiden Iran ini.

Reaksi negatif hanya datang dari Israel, yang menyebut kekuasaan soal program nuklir Iran masih berada di tangan Khamenei, bukan Rohani. (REUTERS/AFP/AP/DHF)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.