Kompas.com - 16/06/2013, 09:43 WIB
EditorErvan Hardoko

AUCKLAND, KOMPAS.com — Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun dikabarkan menghamili seorang perempuan berusia 36 tahun yang adalah ibu kawan sekolahnya sendiri.

Situasi ini membuat para aktivis menyerukan reformasi undang-undang pelecehan seksual yang berlaku di negeri itu, setelah bocah itu memberitahukan hal tersebut kepada kepala sekolahnya di Auckland selatan.

Bocah itu dan anaknya saat ini diyakini berada dalam perlindungan negara. Menteri Kehakiman Selandia Baru Judith Collins mengatakan dia akan memeriksa perangkat hukum yang ada saat ini yang tidak bisa memidanakan seorang perempuan atas tuduhan perkosaan.

"Saya akan mencari pertimbangan resmi terkait perlu atau tidaknya undang-undang ini diubah," kata Collins kepada harian The Weekend Herald.

Berdasarkan undang-undang yang berlaku di Selandia Baru, tindak pidana perkosaan hanya bisa dijatuhkan saat seorang pria yang memaksakan tindakan seksual terhadap seorang perempuan. Tindak pidana perkosaan terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Tahun lalu

Harian The Weekend Herald dalam laporannya mengatakan, hubungan bocah laki-laki dan perempuan itu berawal pada April tahun lalu, saat anak itu berusia 11 tahun.

Ketika itu, putra perempuan tersebut membolos satu hari dan membujuk bocah itu untuk melakukan hal yang sama dan mengajaknya bermain ke kediamannya.

Sesampainya di kediaman sang kawan, perempuan itu kemudian menyuguhkan bir untuk anak tersebut sebelum kemudian berhubungan seksual dengannya.

Hubungan seksual itu berlanjut selama beberapa bulan, sebelum bocah itu melaporkan hal tersebut ke kepala sekolahnya yang tentu saja sangat terkejut mendengar pengakuan salah seorang muridnya itu.

Sang kepala sekolah lalu menghubungi Departemen Sosial untuk melaporkan masalah ini. Pemerintah kini merawat si bocah dan bayinya. Kasus ini sekarang dalam penanganan polisi meski perempuan itu menolak telah melakukan hubungan seksual dengan bocah 11 tahun itu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.