AS Tambah Bantuan Militer

Kompas.com - 15/06/2013, 02:33 WIB
Editor

Washington DC, Kamis - Pemerintah Amerika Serikat, Kamis (13/6), menyatakan telah memiliki bukti bahwa rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia untuk menghadapi kubu oposisi. Terkait hal itu, AS pun memutuskan meningkatkan bantuan militer bagi pasukan oposisi di Suriah.

Hingga kini 150 orang dikabarkan tewas dalam serangan senjata kimia tersebut. Penggunaan senjata kimia itu membuat rezim Damaskus telah melanggar ”garis merah” yang ditetapkan Presiden AS Barack Obama sebagai batasan intervensi militer yang lebih besar dari AS dalam krisis di Suriah.

Meski demikian, Washington belum memutuskan seberapa besar dan kapan bantuan militer itu akan diberikan. Belum jelas juga apakah AS akan menerapkan zona larangan terbang di Suriah. Perang saudara di Suriah, menurut PBB, telah menewaskan sedikitnya 93.000 orang sejak meletus pada Maret 2011.

”Pihak intelijen menilai rezim Assad telah menggunakan senjata kimia, termasuk gas saraf sarin dalam skala kecil untuk melawan oposisi beberapa kali pada tahun lalu,” kata Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS, Ben Rhodes, dalam pernyataan di Gedung Putih, Kamis.

Rhodes menambahkan, ”Presiden Obama telah jelas menyatakan bahwa penggunaan senjata kimia atau transfer senjata kimia untuk kelompok teroris dianggap melanggar ’garis merah’ yang ditetapkan Amerika Serikat.”

Rhodes juga menyatakan, AS telah membagi informasi penggunaan senjata kimia ini kepada Rusia, tetapi Moskwa belum setuju bahwa Assad harus dilengserkan dari posisinya sebagai presiden.

Pada kesempatan itu, Rhodes tidak menyinggung soal rencana AS mempersenjatai pasukan oposisi untuk memerangi Assad. Namun, Obama dikabarkan akan berkonsultasi dengan Kongres AS tentang hal ini dalam beberapa minggu mendatang.

”Presiden telah membuat keputusan untuk memberi dukungan, termasuk dukungan militer,” kata Rhodes.

Menyambut baik

Dua senator senior AS dari Partai Republik, yakni John McCain dan Lindsey Graham, menyambut baik hal itu dan menyatakan bahwa kini diperlukan tindakan yang lebih tegas untuk mengakhiri kekerasan di Suriah.

”Saya sudah menerima laporan dari sumber yang dapat dipercaya,” kata McCain.

Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen di Brussels, Belgia, Jumat (14/6), juga menanggapi positif laporan AS bahwa rezim Suriah menggunakan senjata kimia. ”Damaskus harus mengizinkan PBB untuk menyelidiki tuduhan atau laporan penggunaan senjata kimia itu,” kata Rasmussen.

Ia mengatakan, masyarakat internasional tak akan menerima penggunaan senjata kimia seperti yang dilakukan Assad, dan hal itu merupakan pelanggaran hukum internasional.

Dari Moskwa, Penasihat Hubungan Luar Negeri Rusia, Yuri Ushakov, mengatakan, Rusia tidak yakin dengan tuduhan AS tersebut. Lebih lanjut, Ushakov memperingatkan bahwa tindakan AS untuk mendukung kaum oposisi akan menggagalkan perundingan damai Suriah.(AP/AFP/REUTERS/LOK)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X