Kompas.com - 13/06/2013, 19:03 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com — Presdir PT Mandala Airlines Paul Rombeek mengaku, persaingan maskapai penerbangan di Indonesia sangat ketat. Namun, pihaknya yakin ingin menjadi peringkat tiga besar di dunia penerbangan Indonesia.

"Kami masih kecil, armada kami baru delapan. Secara pasar kami baru menguasai satu persen pasar domestik dan kurang dari empat persen untuk pasar internasional," tutur Paul saat berkunjung ke kantor Kompas.com, Jakarta, Rabu (12/6/2013).

Ia mengaku, sebagai maskapai budget rendah, persaingannya sangat ketat di Indonesia. Oleh karena itu, salah satu strategi yang diusung adalah fokus pada pelanggan.

"Keamanan adalah hal penting bagi kami. Walau maskapai budget rendah, kami tidak mau berkompromi soal perawatan. Kami menggunakan tim perawatan dari Singapura Airlines yang tergolong mahal, tapi salah satu yang terbaik," ucap Paul.

Selain itu, ketepatan waktu juga menjadi pertimbangan pihak maskapai untuk memberikan pelayanan terbaik. "Anda bisa saja dapatkan tiket murah, tetapi jadi masalah kalau terlambat melulu dan tidak aman," kata Paul.

Mandala, lanjut Paul, juga ingin lebih mengembangkan pelayanan bagi pelanggan. Misalnya call center yang lebih mudah dihubungi sampai urusan bagasi. "Kami ingin kembangkan ini. Ada banyak maskapai yang menawarkan hal sama, yaitu tarif murah, tapi kami ingin berbeda di pelayanan," tambah Paul Rombeek.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.