Kompas.com - 13/06/2013, 05:35 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

TOKYO, KOMPAS.com — Orang tertua di dunia dengan usia 116 tahun meninggal di Jepang, Rabu (12/6/2013) dini hari. Jiroemon Kimura, orang tertua itu, meninggal hanya berselang beberapa hari dengan seorang wanita China yang juga diklaim sebagai orang tertua di dunia.

Kimura yang adalah mantan tukang pos meninggal karena penyebab alami di rumah sakit kampung halamannya di Kyotango, bagian barat Jepang. Dia diakui oleh Guinness World Records sebagai orang tertua di dunia yang masih hidup, sekaligus sebagai orang tertua yang usianya pernah diverifikasi.

"Aku ingin dia hidup lebih lama," ujar keponakan Kimura, Tamotsu Miyake, pada jaringan televisi Jepang TV Asahi. "Hidupnya terhormat, saya ingin berterima kasih kepadanya."

Kimura berumur panjang karena pola konsumsi makanan sehat dan bekerja untuk kantor pos hingga pensiun pada 1962. Setelah pensiun, dia masih terus bekerja di pertanian hingga berumur 90 tahun.

Menjadi orang ketiga sepanjang sejarah yang umurnya telah diverifikasi saat mencapai 115 tahun, Kimura memiliki 7 anak, 14 cucu, 25 buyut, dan 14 anak buyut. Dengan meninggalnya Kimura, "gelar" orang tertua di dunia jatuh ke tangan Misao Okawa, perempuan Jepang yang kini berusia 115 tahun dan tinggal di Osaka.

Klaim saingan

Tak lama setelah Kimura membuat rekor pada Desember, kantor berita negara Xinhua milik Pemerintah China melaporkan seorang wanita dari kawasan selatan Provinsi Guangxi dengan klaim saingan sebagai orang tertua di dunia.

Luo Meizhen, dari desa terpencil Longhong, memiliki KTP resmi dan izin tinggalbaik yang diterbitkan dalam beberapa dekade terakhiryang menyatakan dia lahir pada tahun 1885, dan membuatnya berumur 127 tahun pada 2012. Pada 2010, sebuah lembaga penelitian yang disponsori Pemerintah China mengklaim telah memverifikasi dokumen Luo.

Namun, data Luo tidak diakui secara internasional. Keraguan muncul dari keandalan pencatatan kelahiran pada era dia dilahirkan dan adanya klaim bahwa bungsu dari lima anaknya berumur 61 tahun. Selasa (11/6/2013), Huang Youhe mengatakan pada AFP bahwa ibunya telah meninggal pada akhir pekan lalu setelah beberapa bulan sakit.

"Dia adalah orang yang baik, tapi kadang-kadang memiliki temperamen yang sangat buruk," kenang cucu Luo, Huang Heyuan. "Dia memiliki karakter yang kuat." Luo adalah petani dari kawasan Bama, yang dikenal dengan reputasi umur panjang warganya. Bila data yang dimiliki Luo akurat, maka usianya saat meninggal melampaui Jeanne Calment dari Perancis yang meninggal pada usia 122 tahun dan 164 hari pada 1997.

"Supercentenarian"

Menurut sebuah studi pada 2010 oleh lembaga penelitian demografi Jerman, negara-negara dengan jumlah tertinggi supercentenarian adalah Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Perancis, dan Italia. Istilah supercentenarian merupakan atribut untuk orang-orang yang memiliki usia lebih dari 110 tahun.

Studi yang semula dibuat untuk mendata para centenarian sekaligus mendapatkan ada 600 supercentenarian di seluruh dunia. Peneliti memperkirakan ada lebih dari 400 supercentenarian di AS, dan menemukan 78 di antaranya di Jepang. Dari semua orang pemilik umur panjang, perempuan mendominasi. Di Amerika Serikat, 9 dari 10 pemilik umur panjang adalah perempuan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.