Petugas ATC 11 Negara Mogok

Kompas.com - 13/06/2013, 03:07 WIB
Editor

Paris, Rabu - Rencana menyederhanakan sistem penerbangan sipil dengan kebijakan satu wilayah udara di Uni Eropa mendapat tentangan keras dari para petugas pengatur lalu lintas udara (ATC). Petugas ATC dari 11 negara menggelar aksi mogok menolak rencana kebijakan baru itu, Rabu (12/6).

Petugas ATC di Perancis bahkan sudah memulai aksi mogok itu, Selasa. Akibat aksi mogok mereka, beberapa bandar udara di Perancis terpaksa mengurangi jadwal penerbangan hingga setengahnya, padahal musim liburan telah tiba. Sekitar 1.800 penerbangan terpaksa dibatalkan.

Pemogokan di Perancis tersebut kemudian diikuti oleh petugas ATC dari Austria, Belgia, Inggris, Bulgaria, Ceko, Hongaria, Italia, Latvia, Portugal, dan Slovakia dengan jenis aksi yang bervariasi. Di Italia, anggota serikat pekerja ATC sepakat hanya menggelar aksi menyebar pamflet berisi keprihatinan mereka terkait rencana Uni Eropa (UE) itu.

Di Spanyol digelar aksi tak bekerja. Menjadi petugas ATC di Spanyol sangat tidak populer setelah pemogokan liar tahun 2010 dan terungkapnya fakta bahwa mereka rata-rata digaji 350.000 euro (sekitar Rp 4,6 miliar) per tahun bahkan pada saat Spanyol dilanda krisis ekonomi parah.

Francois Ballestero dari Federasi Pekerja Transportasi Eropa yang berbasis di Brussels, Belgia, mengatakan, Komisi Eropa sebaiknya tidak perlu konfrontatif dan memprovokasi kemarahan petugas ATC. Anggota Parlemen Eropa dari Jerman, Gesine Meissner, mengatakan, masalah ini telah berlangsung selama bertahun-tahun karena perebutan kekuasaan.

”Ini bukan masalah teknologi. Ini adalah masalah kekuasaan. Amerika Serikat memiliki wilayah udara yang sama, tetapi jauh lebih efisien, lebih murah, dan lebih baik bagi lingkungan. Sangat disayangkan Eropa tidak berhasil menangani masalah ini,” kata Meissner.

Yang terjadi di Eropa justru ”pertempuran” di wilayah udara. Penumpang pesawat dari seluruh benua merasakan dampaknya.

Hampir dua dekade setelah 27 negara anggota UE mulai menghapus pengecekan data di sepanjang perbatasan darat, wilayah udara hingga kini masih menjadi isu yang diperdebatkan.

Konsolidasi sistem

Hal yang disengketakan adalah gagasan satu wilayah udara Eropa yang akan mengonsolidasikan sistem ATC yang berbeda-beda di bawah otoritas tunggal. Hal tersebut akan mengubah 27 zona lalu lintas udara yang tersebar di masing-masing wilayah negara, menjadi sembilan blok wilayah udara regional.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.