Kompas.com - 12/06/2013, 17:51 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com  Gelombang unjuk rasa kini melanda Rusia. Warta AP pada Selasa (12/6/2013) menunjukkan ratusan aktivis oposisi menggelar aksi protes di Moskwa. Mereka menuntut Presiden Vladimir Putin mundur. "Presiden Putin memerintah dengan otoriter," begitu alasan yang diteriakkan pengunjuk rasa.

Tak cuma itu, pendemo juga menuntut Putin membebaskan sekitar 27 orang yang kini tengah menjalani proses di pengadilan. Menurut pengunjuk rasa, penahanan mereka dianggap sebagai lawan politik Putin.

Para pesakitan itu memang terkait unjuk rasa hampir setahun silam. Kala itu, mereka menyatakan aksi menentang tatkala Putin dilantik menjadi Presiden Rusia.

Dari jumlah itu, sebanyak 16 orang di antaranya tetap ditahan di penjara. Mereka berhadapan dengan ancaman hukuman sepuluh tahun penjara.

Para pengunjuk rasa salah satunya adalah Alexei Navalny. Bersama istrinya, Navalny memimpin unjuk rasa sembari membawa spanduk bertuliskan "Untuk kebebasan Anda dan Kami".

Alexei Navalny tengah menghadapi persidangan terkait dugaan pencemaran nama baik. Menurut Navalny, proses hukum atas dirinya lantaran ia menguak dugaan korupsi tingkat tinggi di pemerintahan Vladimir Putin.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X