Kompas.com - 12/06/2013, 16:18 WIB
EditorErvan Hardoko

SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara mengabaikan telepon dari Selatan, satu hari setelah rencana pertemuan tingkat menteri dua negara tersebut ditunda.

Seoul telah mencoba melakukan komunikasi dengan telepon kepada Korea Utara pada 09.00 waktu setempat, tetapi telepon tersebut tidak dijawab. Demikian menurut pejabat setempat.

Dua kubu menunda pertemuan yang harusnya terjadi pada Rabu (12/6/2013) menyusul ketidaksepakatan yang muncul atas susunan komposisi delegasi.

Rencana pembicaraan kedua nengara ini dilihat sebagai tanda peningkatan hubungan Utara-Selatan setelah berbulan-bulan ketegangan meningkat.

"Kami membuat panggilan pembukaan pukul 09.00," kata Kementerian Unifikasi Korea Selatan dalam sebuah pernyataan. "Tetapi, Korea Utara tidak menjawab."

Sebelumnya, kedua Korea telah berbicara dua kali sehari pada pukul 09.00 dan 16.00 menggunakan telepon. Demikian kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan.

Sebuah sumber kementerian yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Yonhap bahwa panggilan yang tak terjawab itu "mungkin terkait dengan pembicaraan pembatalan yang berlangsung Selasa malam".   

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Provokasi

Kedua pihak sepakat pada Senin untuk memulai pembicaraan selama dua hari dengan fokus utama pada rencana pengoperasian kembali kompleks industri bersama Kaesong.

Namun, perdebatan soal siapa delegasi yang akan hadir menyebabkan pertemuan tersebut dibatalkan.

Pada awalnya, dikabarkan bahwa Menteri Unifikasi Ryoo Kihl-jae akan memimpin tim Korea Selatan.

Tetapi, ketika Seoul meminta Pyongyang untuk mengirim rekannya, Kim Yang-gon, Korea Utara menolak permintaan itu.

Seoul kemudian dinominasikan Wakil Menteri Unifikasi Kim Nam-shik untuk memimpin tim Utara, tetapi Utara menggambarkan ini sebagai "provokasi" yang "mencemooh" rencana pertemuan dan mereka mengatakan tidak akan mengirim orang. Demikian disampaikan kubu Korea Selatan.

Kedua Korea belum mengadakan pembicaraan tingkat menteri sejak tahun 2007. Ketegangan di wilayah itu meningkat awal tahun ini menyusul uji coba nuklir ketiga Korea Utara pada bulan Februari.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X