Kompas.com - 12/06/2013, 16:10 WIB
EditorErvan Hardoko

Banyaknya warga di luar kamp pengungsi yang mencari perempuan untuk dinikahi dibenarkan para penghuni kamp Zaatari.

"Dua orang dari luar (kamp) Zaatari belum lama ini menanyakan hal yang sama. Salah seorang pelanggan mengatakan kepada mereka bahwa dia memiliki dua orang putri," kenang Hosha.

"Ketiga orang itu kemudian meninggalkan toko bersama dan saya tak tahu apa yang terjadi kemudian," tambah Hosha.

Hosha mengatakan, para pengungsi menerima tawaran pernikahan ini karena mereka mengkhawatirkan masa depan dan ingin memastikan bahwa putri mereka akan selamat.

Menurut Menteri Dalam Negeri Jordania Hussein Majali, pemerintah negeri itu mencatat telah terjadi 1.029 pernikahan antara pria Jordania dan pengungsi perempuan Suriah sejak ribuan warga Suriah mengungsi ke kerajaan itu pada 2011.

"Pria non-Jordania tercatat menikahi 331 perempuan Suriah. Angka ini masih dalam batasan normal," kata Majali.

Pemerintah Jordania mengatakan, negeri itu kini menampung sedikitnya 500.000 warga Suriah dan 70 persen dari para pengungsi itu adalah perempuan dan anak-anak.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.