Kompas.com - 12/06/2013, 13:15 WIB
EditorEgidius Patnistik

VATICAN CITY, KOMPAS.COM - Paus Fransiskus mengakui keberadaan "lobi gay" dan "aliran korupsi" dalam pemerintah Vatikan, Kuria Roma. Demikan menurut ringkasan sebuah sambutan yang bersifat pribadi dari Paus Fransiskus kepada para pemimpin gereja katolik Amerika Latin sebagaimana dikutip sebuah situs katolik di kawasan itu. Pengakuan tersebut tampaknya mengonfirmasi sejumlah laporan yang telah dibantah Vatikan pada Februari lalu.

Februari lalu, sejumlah media Italia memberitakan bahwa sebuah laporan rahasia yang dibuat beberapa kardinal, yang menyelidiki skandal kebocoran dokumen di Vatikan yang dikenal dengan sebutan Vatileaks, berisi antara lain dugaan korupsi dan percobaan pemerasan terhadap sejumlah pastor gay Vatikan, dan di sisi lain, perlakukan khusus (favouritism) berdasarkan hubungan gay.

"Di Kuria, ada beberapa orang yang suci, tetapi ada juga korupsi," kata Paus. "Ada pembicaraan tentang 'lobi gay' dan itu benar, itu ada. Kami harus melihat apa yang bisa dilakukan," lanjut Paus berusia 76 tahun itu seperti dikutip situs web Reflection dan Liberation, yang kemudian dikutip sejumlah kantor berita termasuk AFP pada Selasa (11/6).

The New York Times melaporkan, Konfederasi Agama Amerika Latin dan Karibia, sebuah organisasi kawasan untuk para pastor dan suster dari berbagai kongregasi religius, menegaskan pada Selasa bahwa para pemimpin organisasi mereka telah menulis sebuah ringkasan dari sambutan Paus itu setelah audiensi mereka dengan dia pada Kamis lalu. Organisasi itu, yang dikenal dengan singkatan dalam bahasa Spanyol yaitu CLAR, mengatakan pihaknya sangat terkejut bahwa dokumen tersebut telah beredar dan meminta maaf kepada Sri Paus.

Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, mengatakan kepada AFP, "Itu sebuah pertemuan pribadi, saya tidak punya komentar (tentang hal itu)."

Laporan rahasia yang diberitakan media Italia pada Februari itu disusun oleh sebuah komite yang terdiri dari tiga kardinal. Mereka melaporkan temuannya hanya kepada paus. Laporan mereka merupakan hasil penyelidikan luas terkait kebocoran dokumen rahasia Vatikan tahun lalu. Para kardinal itu menginterogasi puluhan pejabat Vatikan dan memberikan laporan akhir mereka pada Desember 2012 kepada paus, waktu itu Benediktus XVI.

Beberapa hari sebelum pengunduran diri Benediktus XVI pada Februari, mingguan berita Panorama dan harian Repubblica mengatakan bahwa laporan itu berisi tuduhan tentang percobaan pemerasan dan favoritisme gay, meski Lombardi saat itu berkeras bahwa laporan media itu hanya "dugaan, fiksi dan pendapat."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Paus Fransiskus yang asal Argentina telah membuat reformasi terhadap Kuria Roma yang banyak dikritik dan penuh intrik. Reformasi terhadap lembaga itu merupakan prioritas kepausannya. Namun ia mengatakan hal itu akan "sulit". "Saya tidak bisa melaksanakan reformasi sendirian," katanya, karena "saya sangat tidak terorganisir".

Menurut AFP, tugas tersebut akan ditangani oleh sebuah komisi beranggota delapan kardinal dari seluruh dunia yang telah ditunjuk Fransiskus pada April untuk membantu dia mengatur Gereja Katolik. Komisi itu baru akan bertemu untuk pertama kalinya Oktober mendatang. "Berdoalahlah buat saya, agar saya melakukan sesedikit mungkin kesalahan," kata Fransiskus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.