Pemerintah Pakistan Ancam Blokir Google

Kompas.com - 12/06/2013, 11:03 WIB
EditorErvan Hardoko

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pemerintah Pakistan, Rabu (12/6/2013), mengancam akan melarang Google di negeri itu jika tidak segera membersihkan situs YouTube dari konten yang menghina Islam.

Menteri Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Pakistan Anusha Rahman mengatakan jika YouTube -yang adalah milik Google- tidak membuang video-video anti-Islam maka Pakistan akan memblokir akses ke mesin pencari itu.

YouTube sendiri sudah tak bisa diakses di Pakistan selama sembilan bulan setelah para petinggi situs itu menolak untuk menghapus cuplikan film "The Innocence of Muslims".

Anusha Rahman mengatakan salah satu prioritas pemerintahan Pakistan yang baru adalah memulihkan akses YouTube namun hal itu tidak akan terlaksana jika YouTube tidak melarang konten berbau pornografi dan anti-Islam.


"Ini adalah tugas kami untuk memastikan pembukaan kembali akses ke YouTube dengan penelitian menyeluruh terkait konten video," kata Anusha kepada harian terbitan Pakistan, The News.

"Jika perlu kami akan mengucurkan dana dan melakukan apapun dalam kapasitas kami untuk membawa kembali YouTube ke Pakistan namun kami tetap tidak berkompromi soal nilai-nilai etika kami," tambah Anusha.

Lebih jauh Anusha Rahman memperingatkan jika Google tak menanggapi anjuran pemerintah Pakistan ini, seperti yang mereka lakukan terhadap pemerintah Pakistan yang lama, maka Pakistan akan memblokir akses ke Google.

"Semua tergantung pada negosiasi kami. Jika Google bersikukuh pada pendiriannya maka kami akan blokir akses Google di Pakistan, karena masih banyak mesin pencari lain di internet,
Anusha menegaskan.

Anusha melanjutkan, saat ini pemerintah Pakistan tengah bekerja merampungkan sistem filter yang bisa memblokir konten-konten pornografi dan anti-Islam di dunia maya.

Pada September 2012, lebih dari 50 orang tewas di 20 negara dalam unjuk rasa menentang film "The Innocence of Muslims" yang dianggap menghina agama Islam.

Meski demikian, Google menolak untuk menghapus video film itu, namun bersedia memblokir akses menuju video itu di beberapa negara seperti Mesir, Libya, dan Indonesia.

Di puncak aksi protes menentang film "The Innocence Of Muslims", Google pernah mengalami pemblokiran di Iran, Pakistan, dan Afganistan.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Joki Kerbau India yang Torehkan Rekor Melampaui Usain Bolt Tolak Undangan Tes Atletik

Joki Kerbau India yang Torehkan Rekor Melampaui Usain Bolt Tolak Undangan Tes Atletik

Internasional
Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Internasional
Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Internasional
Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Internasional
Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Internasional
Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Internasional
Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Internasional
Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Internasional
Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Internasional
Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Internasional
Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Internasional
Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Internasional
Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Internasional
Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X