Kompas.com - 12/06/2013, 09:14 WIB
EditorEgidius Patnistik

JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Nelson Mandela tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan saat ia berjuang melawan infeksi paru-paru di sebuah klinik di Pretoria, kata Pemerintah Afrika Selatan. Ia telah dirawat di tempat itu sejak lima hari lalu.

Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ikon anti-apartheid itu tetap dalam kondisi "serius walau stabil" saat dirawat di ruang perawatan intensif.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran soal kondisi pria 94 tahun itu, para anggota keluarganya terlihat memasuki Rumah Sakit Jantung Mediclinic di Pretoria untuk berada di sisinya.

Keamanan telah diperketat di sekitar fasilitas khusus milik swasta itu, di mana belasan polisi bersenjata berjaga-jaga di luar dan kendaraan serta para pejalan kaki yang hendak masuk digeledah di tengah kehadiran media yang besar. "Mereka (polisi bersenjata) berada di sana untuk melindungi para anggota keluarganya yang datang untuk mengunjunginya," kata seorang sersan polisi, yang meminta namanya tidak disebutkan.

Putri Mandela, Makaziwe dan Zindzi, serta mantan istrinya, Winnie Madikizela-Mandela, terlihat memasuki rumah sakit itu pada hari Selasa. Istri saat ini, Grace Machel, membatalkan perjalanannya ke London pekan lalu agar dapat bersama suaminya yang sakit itu.

Kantor Presiden Zuma mengatakan, ia mendapatkan "pengarahan menyeluruh" dari para dokter Mandela pada Senin malam. "Presiden Zuma memiliki keyakinan penuh pada tim medis, dan merasa puas bahwa mereka sedang melakukan yang terbaik untuk membuat Madiba menjadi lebih baik," kata pernyataan itu, yang menyebut Mandela dengan nama marganya.

Para ahli medis mengatakan, infeksi yang berulang dapat mengancam nyawa.

Selasa kemarin menandai 49 tahun Mandela dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 1964 karena bersekongkol untuk menggulingkan pemerintah apartheid. Dia menghabiskan sebagian besar dari 27 tahun hidupnya setelah itu di balik jeruji besi di Robben Island, dekat Cape Town, di mana ia terkena TBC.

Kecemasan akan kondisi kesehatan terbaru Mandela itu beriringan dengan penerimaan yang terus berkembang di kalangan warga Afrika Selatan bahwa pahlawan mereka, yang menjadi pemimpin kulit hitam pertama negara itu setelah pemilu semua ras yang bersejarah pada tahun 1994, mungkin sedang mendekati akhir hidupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.