Kompas.com - 12/06/2013, 07:48 WIB
|
EditorEgidius Patnistik

PARIS, KOMPAS.com — Polisi Paris, Perancis, Selasa (11/6/2013), menegaskan akan memperketat penjagaan keamanan dan mengambil langkah tegas guna mengatasi aksi kriminal terhadap para turis di Paris. Ibu kota Perancis ini menjadi tujuan wisata turis mancanegara karena merupakan salah satu kota tujuan wisata nomor satu di dunia.

Kantor berita AP hari Selasa melaporkan, Paris yang tahun lalu berhasil menarik 29 juta turis mancanegara belakangan ini mencatat peningkatan aksi kriminal berupa copet, pencurian bersenjata, bahkan aksi penyerangan terhadap para turis. Kondisi ini menimbulkan ancaman dan perhatian petugas keamanan dan juga membuat kalangan turis mancanegara mulai waswas datang ke sana.

Sekitar 200 polisi kini mulai dikerahkan ke pusat turis di Paris sejak bulan April. Tempat kunjungan turis utama, seperti Katedral Notre Dame, Champs-Elysees, Museum Louvre, dan kawasan Montmartre, begitu juga kereta api bawah tanah alias metro dan stasiun kereta api menjadi target pengawasan polisi. Kini pesan peringatan bagi para turis berkaitan dengan banyak pencopet didengungkan dalam bus umum antara Bandara Charles de Gaulle dan pusat kota. Pesan ini disampaikan dalam bahasa Inggris, Perancis, Spanyol, dan Jepang.

Demikian juga pesan ini muncul di stasiun metro. Namun, kini pesan peringatan ini bisa juga diakses bagi turis Rusia, Korea, dan China. Kedubes China belakangan ini mengajukan keberatan karena semakin banyak warga China yang menjadi turis di Paris kecopetan. Warga China dikenal sebagai turis kaya-raya dengan membawa sejumlah besar uang tunai.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X