Para Pengendali Lalu Lintas Udara Eropa Berencana Mogok Kerja

Kompas.com - 11/06/2013, 18:46 WIB
EditorErvan Hardoko
BRUSSELS, KOMPAS.com — Para petugas menara pengendali bandara di 11 negara Uni Eropa akan melakukan mogok kerja, Rabu (12/6/2013), sebagai bentuk protes atas rencana menciptakan wilayah udara Uni Eropa.

"Petugas menara kontrol di Belgia, Ceko, Italia, Portugal, dan Slowakia akan mogok bekerja," kata Francois Ballestero dari Federasi Pekerja Transportasi Eropa, Selasa (10/6/2013).

Sementara itu, lanjut Bellestero, bentuk lain dari aksi ini, termasuk kampanye informasi publik, akan digelar di Austria, Inggris, Bulgaria, Hongaria, dan Latvia.

Sementara di Perancis, pemogokan sudah berlangsung tiga hari karena para pekerja menara pengawas lalu lintas udara khawatir rencana Uni Eropa ini akan memengaruhi keselamatan dan kondisi kerja mereka.

Komisi Eropa menurut rencana akan memaparkan proposal untuk mempercepat reformasi sistem pengendalian lalu lintas udara Eropa sebagai bagian upaya membentuk "satu wilayah udara Eropa" yang sudah berlangsung selama satu dekade.

"Komisi merencanakan aturan yang akan meliberalisasi lebih jauh sektor ini dan memengaruhi jumlah pekerjaan," tambah Ballestero.

Federasi Pekerja Transportasi Eropa yang berbasis di Brussels mewakili sekitar 250.000 pekerja di sektor penerbangan, termasuk 25.000 orang pekerja menara pengendali lalu lintas udara di 27 negara Uni Eropa.

Uni Eropa sendiri berpendapat, dengan sistem lalu lintas udara yang menjadi satu, kapasitas lalu lintas udara bisa meningkat tiga kali lipat, meningkatkan keselamatan 10 kali lipat, mereduksi polusi sebesar 10 persen, dan memangkas biaya manajemen lalu lintas udara hingga 50 persen.

Terpisahnya sistem pengendalian udara diperkirakan memunculkan biaya tambahan mendekati 6,6 miliar dollar AS per tahun untuk maskapai dan penumpang pesawat udara.

Sistem yang ada saat ini juga menambah jarak terbang rata-rata 42 kilometer, yang mengakibatkan polusi tambahan dan menyebabkan banyak penundaan jadwal penerbangan.

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
Kasus Infeksi Baru Virus Corona di China Menurun di Saat Kasus Internasional Meningkat

Kasus Infeksi Baru Virus Corona di China Menurun di Saat Kasus Internasional Meningkat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X