Tidak Cari Jenazah Pencari Suaka, Pemerintah Australia Dikritik

Kompas.com - 11/06/2013, 13:25 WIB
EditorEgidius Patnistik

Pemerintah Australia dikritik karena tidak mau mengerahkan kapal-kapal dan pesawat untuk mencari jenazah puluhan pencari suaka yang diduga tenggelam di lepas Pulau Christmas.

Sekitar 55 orang yang terlihat di sebuah kapal pencari suaka yang tenggelam minggu lalu kini dianggap sudah tewas setelah operasi pencarian laut dan udara selama tiga hari gagal menemukan korban yang masih hidup.

Pemerintah Australia mengatakan, pencarian jenazah kini bukan prioritas mereka, dan kapal-kapal serta pesawat perlindungan perbatasan sedang melakukan kegiatan operasi lainnya.

Tapi seorang tokoh komunitas Tamil Australia mengatakan, pasti akan heboh seandainya korban kapal tenggelam itu orang Australia dan dibiarkan terapung-apung di laut.

Bala Vigneswaran dari Australian Tamil Congress mengatakan, paling tidak satu atau dua kapal seharusnya tinggal untuk mencari mayat-mayat itu. "Seandainya mereka itu orang Australia, saya yakin, akan timbul kemarahan, dan mereka pasti tidak akan diperlakukan seperti itu," katanya.

Pihak pabean mengatakan kapal-kapal dan pesawat Komando Perlindungan Perbatasan sedang melakukan berbagai operasi lainnya, termasuk mencegat kapal pencari suaka lainnya. Dikatakan, prioritas mereka adalah merespon kapal-kapal lain yang membutuhkan dan mencegah kematian.

Menteri Imigrasi Brendan O'Connor mengatakan, ia tidak yakin apakah mayat-mayat pencari suaka yang tenggelam di laut minggu lalu itu akan bisa ditemukan. "Sebagian besar orang akan memahami bahwa menyelamatkan yang masih hidup lebih penting daripada mencari mayat," katanya.

Kapal itu pertama terlihat oleh sebuah pesawat Angkatan Udara Australia pada Rabu sore. Pada Jumat pesawat pabean melihat lambung kapal terbalik, tapi baru Sabtu sore mayat-mayat terlihat terapung di laut.

Operasi pencarian korban yang masih hidup selama tiga hari dikoordinasi oleh Otoritas Keselamatan Laut Australia (AMSA) dengan mengerahkan tiga kapal, termasuk kapal Angkatan Laut HMAS Warramunga, dan lima pesawat. Pencarian dihentikan pada Minggu malam setelah diterima saran medis bahwa tidak ada yang bisa bertahan di laut selama itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X