Kompas.com - 11/06/2013, 08:59 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perhubungan menyatakan sudah mengirim tim untuk melakukan investigasi kecelakaan pesawat Merpati MA 60 di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terjadi pada Senin (10/6/2013) pagi. Di Indonesia, pesawat buatan China ini sudah tiga kali mengalami kecelakaan.

"Sudah tiga kali kecelakaan. Akan ada investigasi khusus untuk jenis pesawat tersebut," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti, Senin (10/6/2013). Menurut dia, investigasi akan mencakup sistem operasional, perawatan, hingga ketersediaan suku cadang pesawat tersebut di Indonesia.

"Untuk suku cadang, kami harus mencari tahu apakah memang tidak diproduksi lagi atau ada kemungkinan operator yang tidak mampu beli. Karena kami tahu keadaan Merpati seperti apa saat ini," jelas Herry dalam jumpa pers di kantornya. Saat ini Merpati memiliki 14 pesawat tipe MA-60. Dari jumlah itu, hanya delapan pesawat yang masih beroperasi dan empat yang lain sedang dalam perawatan. Ketika kecelakaan terjadi, lanjut Herry, pesawat dalam kondisi layak terbang dan tidak ada persoalan dengan situasi maupun kondisi bandara.

Kecelakaan MA-60 paling tragis terjadi pada 7 Mei 2011. Saat itu pesawat PK-MKZ bernomor penerbangan MZ8968 dari Bandar Udara Sorong kehilangan ketinggian dan jatuh bebas di laut, hanya 500 meter menjelang landasan pacu Bandar Udara Kaimana, Papua. Kondisi cuaca dalam penerbangan yang menewaskan dua pilot, dua awak kabin, seorang juru teknik penerbangan, serta 21 pemakai jasanya itu diketahui buruk dengan visibilitas sangat terbatas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.