Petinggi PBB Serukan Penyelidikan Kondisi Tahanan Palestina di Israel

Kompas.com - 10/06/2013, 19:38 WIB
EditorErvan Hardoko

GENEVA, KOMPAS.com — Seorang pakar HAM PBB, Senin (10/6/2013), menyerukan investigasi internasional terkait perlakuan Israel terhadap para tahanan Palestina.

"Perlakuan buruk terhadap ribuan warga Palestina yang dipenjarakan Israel terus berlanjut hingga ke level mengkhawatirkan," kata pelapor HAM PBB, Richard Falk.

Saat mempresentasikan laporan tahunan Dewan HAM PBB di Geneva, Falk mengusulkan pembentukan sebuah komisi penyelidikan kondisi tahanan Palestina yang ditahan Israel.

"Israel saat ini menahan hampir 5.000 warga Palestina. Sejak 1967, Israel sudah menahan 750.000 orang Palestina," ujar Falk.

Falk juga meminta agar blokade Israel atas Gaza dihentikan. Dia menyebut blokade Israel itu sebagai sebuah hukuman kolektif terhadap 1,75 juta warga Palestina.

"Dengan 70 persen populasi yang tergantung bantuan internasional dan 90 persen pasokan air tidak bisa dikonsumsi, sebuah perubahan drastis dibutuhkan untuk melindungi kepentingan mendasar warga Palestina," ujar Falk.

Falk juga menyerukan agar Palang Merah Internasional atau komisi pakar hukum internasional mencoba untuk membentuk konvensi yang mengatur pendudukan Israel yang berkepanjangan di Palestina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Empat puluh enam tahun menampik hak-hak dasar untuk warga Palestina tidak akan berbuah perdamaian," ujar Falk.

Richard Falk, pakar hukum internasional dari Universitas Princeton, selama ini memang dikenal vokal menentang Israel, AS, dan negara-negara lain yang menerapkan standar ganda dalam menerakan kebijakan terhadap masalah Palestina.

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.