Kompas.com - 10/06/2013, 11:52 WIB
EditorEgidius Patnistik

Edward Snowden, yang bekerja sebagai kontraktor pada badan keamanan nasional AS (NSA) adalah orang yang membocorkan rahasia pemantauan hubungan elektronik.

Surat kabar Inggris Guardian yang terbit di London dan surat kabar Amerika Washington Post mengungkapkan bahwa seorang warga Amerika berusia 29-tahun yang bekerja sebagai kontraktor pada badan keamanan nasional Amerika, atau NSA, adalah orang yang membocorkan rahasia pemantauan hubungan elektronik yang dilakukan oleh badan intelijen Amerika itu.

Kata laporan surat kabar itu, pengungkapan identitas dan nama Edward Snowden itu dilakukan atas permintaannya sendiri. Surat kabar Guardian mengutip Snowden mengatakan, “Tujuan saya hanyalah untuk memberi tahu rakyat Amerika tentang hal-hal yang dilakukan atas nama mereka, dan tindakan-tindakan yang akan merugikan mereka.”

Laporan-laporan yang dimuat harian Guardian dan Washington Post dalam seminggu terakhir mengungkapkan adanya dua program pemantauan yang dijalankan pemerintah Amerika.

Pertama adalah program pemantauan hubungan telepon ratusan juta rakyat Amerika tiap hari, guna menciptakan suatu database untuk melihat apakah ada tersangka terroris di luar negeri yang menghubungi orang di Amerika.

Sementara yang kedua adalah program yang diberi nama PRISM yang memungkinkan NSA dan FBI untuk secara langsung menyadap sembilan jaringan internet Amerika untuk mengumpulkan data tentang penggunaan saluran elektronik itu, termasuk penyadapan audio, video, foto dan email, dan untuk mengetahui informasi apa saja yang dicari orang. Tujuannya adalah untuk mencari kegiatan-kegiatan yang mencurigakan yang datang dari luar negeri.

Snowden membantah bahwa pelaksanaan kedua program itu dilakukan dengan aman dan sesuai hukum. Katanya, tiap analis bisa saja memilih siapa yang akan dipantau hubungan elektroniknya. Kata Snowden lagi, ia sendiri punya otorita untuk menyadap telepon siapapun, termasuk telepon Presiden Amerika.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Surat kabar itu mengatakan, Snowden melarikan diri dari Hawaii ke Hong Kong tanggal 20 Mei dan mungkin akan minta suaka politik di Eslandia.

National Security Agency, atau NSA, badan intelijen Amerika yang besar itu telah minta bantuan Departemen Kehakiman untuk mengusut perkara pembocoran rahasia tadi. NSA dilaporkan telah mengumpulkan ratusan juta nomor telpon penduduk Amerika dalam usaha mencegah serangan terroris. Presiden Obama minggu lalu menjelaskan bahwa tindakan itu telah disetujui oleh Kongres Amerika dan dijalankan dengan pengawasan ketat oleh pengadilan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.