Massa Serang Kantor Perisai Libya, 28 Orang Tewas

Kompas.com - 10/06/2013, 02:10 WIB
Editor

BENGHAZI, Minggu - Bentrokan massal tidak terhindarkan di Benghazi, Libya timur, Sabtu (8/6) petang, saat massa menyerang markas ”Perisai Libya”, milisi kuat yang berperan besar dalam penggulingan bekas orang kuat Libya, Moammar Khadafy, tahun 2011. Akibatnya sebanyak 28 orang tewas.

”Kami mengidentifikasi 28 orang tewas dan 60 orang terluka,” kata dokter di rumah sakit Al-Jala, di kota Benghazi.

Bentrokan dimulai setelah puluhan demonstran, sebagian di antaranya bersenjata, berusaha merangsek masuk dan menyerang kantor pusat milisi paling berpengaruh di Libya itu. Puluhan orang mengepung markas Perisai Libya dan menyerukan agar petugas keamanan reguler masuk.

Legitimasi milisi

Otoritas Libya pasca-Khadafy belum juga mampu membentuk korps tentara dan polisi yang mandiri dan profesional. Mereka sering meminta bantuan Perisai Libya guna menyelesaikan konflik kesukuan yang dirasa dapat mengancam negara.

Adel Tarhuni, juru bicara Perisai Libya, mengatakan, satu anggota milisi meninggal dan tujuh orang lagi terluka. Tarhuni membela ”legitimasi” milisi ini dan mengatakan, mereka secara resmi berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan. Ia mengatakan, demonstrasi damai telah disusupi agresor bersenjata

Di tengah aksi protes massa, orang bersenjata kemudian menembak markas Perisai Libya dan melemparkan bahan peledak sebagaimana dilaporkan Tarhuni kepada televisi Al-Ahrar.

Jubir pasukan bersenjata, Kolonel Ali al-Shikhi, mengatakan, milisi Perisai Libya adalah kekuatan cadangan dari angkatan bersenjata Libya dan serangan terhadap mereka sama dengan ”serangan terhadap pemerintahan yang sah”. Shikhi mengatakan, insiden itu ”sangat serius” dan semua pihak agar menahan diri.

PM Ali Zeidan, Sabtu malam, mengatakan, anggota Perisai Libya telah meninggalkan markas mereka dan tentara reguler mengambil alih tempat kejadian. Tentara juga telah mengambil alih persenjataan berat yang ditemukan di sana. Berbicara di televisi nasional, Zeidan mengumumkan telah dimulainya penyelidikan atas insiden terbaru itu dan dia juga meminta semua pihak agar tetap tenang.

Otoritas baru Libya telah gagal melindungi Benghazi, tempat kelahiran revolusi Libya 2011. Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah mengirim satu tim untuk melihat kemungkinan memberikan pelatihan militer kepada Libya. (AFP/REUTERS/CAL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.