Kompas.com - 08/06/2013, 03:40 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

WASHINGTON, KOMPAS.com - Temuan dokumen rahasia yang menyatakan Pemerintah Amerika Serikat melalui National Security Agency (NSA) memiliki akses langsung ke server data internet, mengundang kekhawatiran lebih besar tentang program pengawasan Pemerintah negeri Paman Sam itu. Dikhawatirkan, pengawasan melampaui apa yang diakui selama ini.

Ada jutaan panggilan telepon, rekaman e-mail, teks, dan live chatting, muncul dari persidangan di London, Inggris, menyusul kasus yang menjerat perusahaan telepon Verizon. Rekaman dan data itu disebut berasal dari data intelijen yang selama ini dikumpulkan NSA dengan akses langsung ke layanan utama internet di Amerika seperti Google dan Yahoo.

Temuan ini sontak mengundang kecaman keras dari para aktivis reformasi dan penghormatan atas privasi warga negara. Sementara Pemerintah Amerika Serikat langsung bersikap defensif. "Tidak ada yang mendengarkan panggilan telepon Anda," kata Presiden Barack Obama, Jumat (7/6/2013), menyikapi isu yang terkuak sehari sebelumnya melalui pemberitaan yang dimulai oleh The Guardian.

Faktanya, badan intelijen Amerika Serikat memang mengumpulkan rincian dari setiap panggilan telepon, setiap hari, di Amerika Serikat, sebagaimana pengakuan pejabat setempat yang menolak dipublikasikan namanya. Seorang senator bahkan mengatakan program pemantauan telekomunikasi tersebut sudah berlangsung sekurangnya selama tujuh tahun terakhir.

Pemantauan mencakup aktivitas online dari seluruh pelanggan Google, Microsoft, Yahoo, Apple, dan penyedia layanan internet lain, tak terbatas garis demarkasi negara. Sumber yang dekat dengan NSA bahkan mengatakan ada kemungkinan lembaga intelijen ini mengumpulkan pula data pengguna kartu kredit, seperti diberitakan dalam The Wall Street Journal, Jumat (7/6/2013). Meskipun, tidak dapat dipastikan apakah pemantauan data pengguna kartu kredit ini hanya program insidental atau berkelanjutan.

Para pengamat di Amerika menduga pemantauan data internet ini dilakukan menggunakan super computer, dengan tujuan mendeteksi kebiasaan individu dan hubungan antarkelompok masyarakat. Hasil pemantauan kemudian disusun sebagai berkas rinci tentang aktivitas sehari-hari masyarakat.

Sehari setelah laporan awal The Guardian berdasarkan temuan di pengadilan kasus Verizon, NSA dituding menggunakan data ini untuk kepentingan memburu para teroris. Program yang disebut sebagai PRISM ini memungkinkan analis NSA mengakses langsung ke pusat data Microsoft, Google dan perusahaan layanan internet lain untuk mengekstrak rincian aktivitas pelanggan. The Washington Post melaporkan PRISM dimulai pada 2007 dan menjadi sumber utama data NSA. 

Direktur NSA, James Clapper, tidak mengkonfirmasi langsung keberadaan PRISM, tetapi tidak membantah bahwa tulisan The Washington Post dan The Guardian merujuk pada kumpulan data komunikasi sesuai klausul "Section 702 of the Foreign Intelligence Surveillance Act". UU itu memberikan kewenangan pada intelijen untuk mengumpulkan informasi tentang warga negara asing di Amerika Serikat.

Clapper mengatakan program ini tidak digunakan untuk membidik siapa pun di dalam negeri Amerika Serikat ataupun warga Amerika di mana pun. Dia pun berkilah data yang dikumpulkan hanyalah yang paling penting dan berharga sebagai informasi intelijen. "Untuk melindungi bangsa kita dari berbagai ancaman," ujar dia, Kamis (6/6/2013) waktu setempat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.