Pasukan PBB Berantakan

Kompas.com - 08/06/2013, 02:40 WIB
Editor

Damaskus, Jumat - Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Dataran Tinggi Golan, Kamis (6/6), berantakan setelah Austria menarik tentaranya. Dua personel PBB pun terluka dalam pertempuran antara pasukan Pemerintah Suriah dan tentara oposisi.

Menurut para diplomat, dua tentara penjaga perdamaian PBB yang terluka itu berasal dari Filipina dan India. Mereka terluka oleh serpihan mortir saat pasukan Damaskus menyerang pasukan oposisi yang sempat menduduki sebuah pos perbatasan penting di sekitar perbatasan Suriah-Israel di Golan.

Para petinggi PBB segera melakukan rapat darurat untuk membahas penggantian 377 prajurit Austria akan ditarik itu. Selama ini tentara Austria menyumbang hampir sepertiga dari total jumlah tentara yang tergabung dalam kontingen Pasukan Pengamat Pembebasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDOF). Pasukan internasional ini telah mengawasi gencatan senjata Israel dan Suriah sejak 1974.

Menteri Luar Negeri Austria Michael Spindelegger telah menelepon Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon untuk mengabarkan keputusan penarikan itu.

Juru bicara Ban Ki-moon, Martin Nesirky, mengatakan, ”Sekjen merasa cemas atas akibat-akibat yang bisa terjadi karena penarikan itu, baik terhadap operasi pemeliharaan perdamaian maupun keamanan regional. Ia menyesalkan keputusan yang telah diambil Austria.”

Austria telah mendukung pasukan UNDOF selama bertahun- tahun. Nesirky mengatakan, PBB sedang melakukan perundingan di Geneva tentang waktu dan rincian lain terkait penarikan seluruh pasukan Austria itu.

Menteri Pertahanan Austria Gerald Klug mengatakan, penarikan itu akan dilakukan dalam 2-4 pekan. Gelombang pertama dimulai Selasa pekan depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama empat dasawarsa terakhir, UNDOF berperan penting dalam mengawasi perdamaian Suriah-Israel.

Menurut Nesirky, penarikan pasukan Austria itu membuat pasukan UNDOF kini hanya terdiri dari 341 tentara Filipina dan 193 tentara India. Tahun lalu, UNDOF memiliki lebih dari 1.100 tentara, tetapi Jepang dan Kroasia lebih dulu menarik prajuritnya. Fiji telah berjanji akan mengirim lagi pasukannya ke UNDOF, tetapi mereka juga tidak kunjung tiba.

Dewan Keamanan PBB, Kamis malam, mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras pertempuran di garis depan gencatan senjata itu. Mereka meminta kedua pihak di Suriah menjamin keamanan pasukan UNDOF yang hanya dilengkapi persenjataan ringan.

Titik puncak

Keputusan Austria itu diambil saat ketegangan akibat perang saudara di Suriah mencapai titik puncak baru di Golan. Pasukan oposisi Suriah sempat menguasai sebentar pos perbatasan di dekat Quneitra yang biasanya dikuasai UNDOF.

Pasukan Presiden Bashar al- Assad kemudian memukul mundur oposisi dengan menggunakan tank hingga berhasil menguasai kembali perlintasan itu.

Anggota UNDOF dari Filipina pernah dua kali diculik pasukan oposisi dalam empat bulan terakhir ini. Patroli UNDOF juga pernah beberapa kali diserang selama konflik di Suriah. Filipina sedang meninjau keselamatan pasukannya di Golan. Namun, Nesirky mengaku tidak tahu apakah Manila juga akan menarik pasukannya.(AFP/AP/REUTERS/CAL)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.