Kompas.com - 07/06/2013, 12:42 WIB
EditorErvan Hardoko

DAMASKUS, KOMPAS.com - Setelah berhasil merebut kota Qusayr, pasukan Suriah berhasil merebut pintu perbatasan di dataran tinggi Golan yang memisahkan Israel dan Suriah.

Ini merupakan kegagalan beruntun bagi pemberontak setelah sehari sebelumnya mereka dipaksa mundur dan meninggalkan kota Qusayr.

Pemberontak sempat menguasai pintu perbatasan Quneitra yang sangat strategis dan penting karena merupakan titik terdekat dengan Israel, sebelum dipukul mundur pasukan pemerintah.

Pertempuran memperebutkan perbatasan Quneitra terjadi di dekat markas pasukan penjaga perdamaian PBB. Akibat pertempuran itu, dua pasukan penjaga keamanan dari India dan Filipina menderita luka ringan.

Akibat lain dari pertempuran di perbatasan kedua negara itu, Austria memutuskan untuk menarik mundur pasukannya yang bertugas di dataran tinggi Golan.

Austria sudah menjadi bagian pasukan perdamaian di Golan, UNDOF, sejak 1974 dan saat ini menjadi kontingen dengan jumlah pasukan terbesar yaitu 380 personel.

Kini PBB tengah menggelar pertemuan darurat untuk mencari pengganti pasukan Austria yang paling lama akan ditarik mundur dalam waktu empat pekan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah personel pasukan perdamaian PBB di Golan terus menyusut hingga angka 900 personel. Pada Maret lalu, Kroasia menarik pasukannya mengikuti jejak Kanada dan Jepang.

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.