Keluarga Davies Yakin Penjual Arak Metanol di Lombok Akan Ditangkap

Kompas.com - 07/06/2013, 12:02 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

PERTH, KOMPAS.com — Keluarga dari seorang remaja Australia yang tewas di Lombok karena minum arak mengandung metanol yakin penjual minuman beracun itu akan tertangkap.

Diberitakan sebelumnya, Liam Davies menenggak vodka di Rudy's Pub di Gili Trawangan 1 Januari lalu, dan meninggal beberapa hari kemudian.

Menurut laporan kelompok media Australia Fairfax, polisi di Lombok sudah berhasil mengidentifikasi dua tersangka penjual minuman yang ternyata mengandung metanol tersebut.

Karyawan bar di pub tersebut sekarang menjadi tersangka utama, sementara pemilik pub tersebut juga diinterogasi oleh polisi. Hari Senin (10/6/2013) mendatang, pihak berwenang dari Lombok akan tiba di Perth guna mewawancarai ulang orangtua Liam, Tim dan Lhani Davies, serta tiga teman yang menemani Liam berlibur. Juga dua dokter dari RS Sir Charles Gairdner yang merawat Liam.

Polisi belum lagi mengatur jadwal untuk mewawancarai salah seorang pengunjung lain di bar tersebut, seorang wanita Kanada bernama Roslyn, yang juga jatuh sakit, tetapi kemudian sembuh setelah menjalani perawatan di Malaysia.

Berdasarkan laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, sejak kematian putranya Januari lalu, Tim Davies dan istrinya sudah berusaha keras melakukan berbagai upaya agar pihak berwenang menangani masalah ini dengan serius.

Hari Rabu, polisi Indonesia mengatakan, kedua tersangka ini bila terbukti bersalah bisa dihukum penjara maksimal 20 tahun. "Ini masalah besar. Tampaknya sulit bagi mereka untuk terhindar dari hukuman sekarang." kata Davies.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Informasi lain yang kami terima adalah bahwa dalam soal penyidikan, polisi mengatakan semuanya hampir selesai. Berkunjung ke Australia untuk mewawancarai dokter dan teman-teman berlibur Liam merupakan proses paling akhir."

Bila perkara ini disidangkan nantinya, keluarga Davies akan ke Lombok untuk menghadirinya. Menurut Tim Davies, ketika mereka berusaha mengungkap kasus kematian putranya, mereka menemukan banyaknya penggunaan metanol dalam minuman beralkohol yang dijual di Indonesia. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X