Kompas.com - 07/06/2013, 07:38 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

SYDNEY, KOMPAS.com — Australia dikejutkan dengan kematian seorang remaja berusia 17 tahun, yang melompat dari lantai tiga rumahnya di Sydney setelah menenggak narkoba sintetis. Remaja ini, Henry Kwan, diduga merasa bisa terbang setelah untuk pertama kalinya mengonsumsi narkoba.

Henry Kwan menjajal narkoba yang dia kira adalah LSD, tetapi ternyata adalah obat sintetis yang dibelinya seharga Rp 20.000 dari seorang remaja lain. Dia dilaporkan menelanjangi diri dan kemudian meloncat dari lantai tiga tempat tinggalnya, Rabu (5/6/2013).

Menurut laporan news.com.au, ayah Henry, Stephen Kwan, mengatakan kepada wartawan bahwa sebelum kematiannya, Henry mengaku kepada ibunya bahwa dia memakan narkoba. "Dia mengira dia bisa terbang. Mungkin karena pengaruh obat tersebut, dia berulang kali mengatakan bisa terbang. Perilakunya tidak rasional dan aneh, dan istri saya mencoba menghalanginya, tetapi dia terlalu kuat," kata Stephen Kwan.

Sekitar pukul 20.00 waktu setempat, Henry jatuh dari apartemen mereka, di depan ibu dan adik perempuannya. Dia meninggal karena cedera kepala serius. Menurut Stephen, ini baru pertama kalinya dia mengetahui Henry menggunakan narkoba karena biasanya anaknya lebih banyak berkonsentrasi ke masalah di sekolah. "Saya tidak mengerti mengapa dia mencoba narkoba. Henry tidak pernah mencoba hal seperti itu sebelumnya. Dia anak pintar. Dia ingin menjadi dokter atau pengacara," tambah Stephen Kwan.

Menurut kepala tim narkoba Kepolisian New South Wales (NSW), Detektif Superintenden Nick Bingham, penggunaan LSD sintetis sekarang semakin menjadi masalah. Dalam banyak kejadian, LSD sintetis ini banyak dikonsumsi oleh remaja yang belum pernah menggunakan narkoba sebelumnya, seperti dalam kasus Henry. "Mereka bukanlah para pengguna narkoba veteran." kata Bingham.

Polisi mengatakan, narkoba sintetis ini bisa dibeli lewat internet dengan harga murah. Biasanya, paket narkoba sintetis tersebut dikirim lewat pos, kebanyakan berasal dari China. "Karena dibeli lewat internet, ini dianggap aman dan sah. Padahal, kenyataannya berbeda sama sekali, bahayanya tetap sama seperti narkoba lainnya." tambah Bingham.

Dalam kasus Henry Kwan ini, seorang remaja berusia 17 tahun telah ditahan kepolisian. Dia adalah penjual LSD sintetis kepada Henry. Pengadilannya akan digelar pada 3 Juli 2013.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.