Puncak Banjir Landa Jerman

Kompas.com - 07/06/2013, 02:21 WIB
Editor

Bitterfeld, Kamis - Jerman melanjutkan upaya mati-matian mengamankan tanggul sungai dengan karung pasir, Kamis (6/6), menghadapi banjir terburuk dalam 10 tahun terakhir yang menewaskan sedikitnya 16 orang dan puluhan ribu orang dievakuasi di Eropa.

Bentangan luas sepanjang cekungan Sungai Elbe telah berubah menjadi lautan air berwarna coklat dari Republik Ceko menuju hilir di Jerman timur. Atap-atap rumah berwarna merah menyembul dari air berlumpur di banyak desa dan kota yang ditinggalkan warga.

Gambar kehancuran serupa terlihat di sepanjang Sungai Danube, yang telah meluap dari tepiannya di Negara Bagian Bavaria, Jerman selatan dan di Austria, serta menyebabkan persiapan bencana besar-besaran di Hongaria, di mana diperkirakan air akan memuncak pada hari-hari mendatang.

Di Jerman timur laut, petugas pemadam kebakaran, tentara, dan ribuan relawan—banyak di antaranya diorganisasikan lewat media sosial—mengisi jutaan karung pasir untuk menahan arus deras Sungai Elbe. Muka air telah naik dari 2 meter menjadi lebih dari 8 meter.

Ribuan relawan bekerja sepanjang malam. Dengan cemas, mereka mengawasi tanggul penahan banjir sambil menceritakan kenangan pahit banjir besar tahun 2002. Saat itu, banjir menewaskan puluhan orang di seluruh Eropa tengah dan menyebabkan kerugian ekonomi hingga 16,5 miliar euro (sekitar Rp 161,5 triliun) serta waktu pemulihan berbulan-bulan.

Rentan

Wilayah yang paling rentan berpusat di Bitterfeld, Negara Bagian Saxony-Anhatl. Tak jauh dari kota itu terdapat dua danau, yang satu terletak di atas yang lain. Di era Jerman Timur, kota itu dikenal sebagai kota industri yang terpolusi. Para pejabat setempat memperingatkan, bobolnya pertahanan danau bisa menyebabkan sebuah ”tsunami mini” yang bisa melanda kota.

Pemerintah kota telah dua kali berusaha membuat lubang-lubang di tanggul danau yang menjauh dari kota untuk mengalihkan aliran air, tetapi hasilnya tak memuaskan.

Di Dresden, yang populasinya dua juta orang, puncak banjir dengan muka air sungai mencapai 8,75 meter terjadi pada hari Kamis. Air melimpah ke jalan, mengalir masuk rumah dan merusak ribuan taman.

Walau demikian, pusat kota tua diamankan oleh penghalang banjir yang dipasang setelah banjir tahun 2002. Pusat kota itu sangat dijaga karena memiliki bangunan gereja, gedung opera, dan bangunan dari era barok.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.