Kompas.com - 05/06/2013, 16:04 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Kisruh Turki hingga hari ini membuat banyak turis mancanegara mengurungkan niat mereka bertandang ke negeri yang menjadi jembatan Eropa dan Asia itu. Catatan AP pada Rabu (5/6/2013), menunjukkan, Kementerian Budaya dan Pariwisata Turki sudah mewanti-wanti bakal susutnya jumlah pelancong asing kalau unjuk rasa tak urung surut.

Turki sudah sejak lama mengandalkan kekayaan budayanya sebagai daya tarik pariwisata. Dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam, Turki menjadi penghubung penting kebudayaan kedua benua itu.

Selain itu, Turki juga menjagokan kecantikan alamnya di pantai Laut Mediterania, Istanbul, dan Ankara. "Maraknya unjuk rasa menjadi ancaman bagi pariwisata Turki," kata kementerian itu.

Pada akhir 2012, Turki mencatatkan jumlah wisatawan hingga 37,7 juta orang. Lantaran pencapaian itu, Turki masuk dalam sepuluh besar destinasi wisata dunia.

Kementerian juga mencatat kalau tahun ini ada rerata 5,2 juta turis asing membanjiri Turki. Angka ini naik 14 persen ketimbang periode sama pada 2012.

Sebelumnya, pada 2011, Departemen Perdagangan AS mengeluarkan catatan kalau wisatawan AS yang bertandang ke Turki mencapai 378.000 orang.

Kendati aksi protes massa masih belum reda, pengelola objek-objek wisata di Turki bergeming. "Kami tetap buka dan melayani wisatawan,"kata Ketua Asiosiasi Penyelenggara Wisata Turki (Tursab) Basaran Ulusoy.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X