Pemberontak Suriah 'Boleh Bertempur' di Lebanon

Kompas.com - 05/06/2013, 15:42 WIB
EditorEgidius Patnistik

Kepala militer pemberontak Suriah mengatakan para pejuang mereka semestinya diijinkan untuk bertempur melawan militan Hisbullah di dalam negara tetangga Lebanon.

Jenderal Selim Idriss dari Tentara Pembebasan Suriah kepada BBC mengatakan bahwa Hisbullah telah ''menyerang' Suriah, dan Lebanon tidak melakukan apapun untuk menghentikan mereka.

Dia mengatakan telah memerintahkan para komandan, termasuk yang berada di dekat kota Qusair untuk bertempur melawan Hisbullah "di dalam wilayah Suriah."

Tetapi dia menambahkan, "Sekarang ada banyak pejuang Hisbullah di Suriah, di Qusair, di Idlib, di Aleppo, di Damaskus dan bisa saya katakan ada dimanapun di negara ini."


"Hisbullah menyerang kawasan Suriah. Dan saat mereka melanjutkan hal tersebut, otoritas Lebanon tidak melakukan satu aksipun untuk menghentikan mereka datang ke Suriah. Saya rasa kami juga semestinya bisa melawan pejuang Hisbullah di dalam wilayah Libanon."

Sebelumnya pada awal pekan ini bentrokan Suriah dilaporkan telah meluas ke Lebanon. Pasukan pro pemerintah termasuk pejuang Hisbullah telah bertempur dengan pemberontak untuk menguasai kota Qusair dalam beberapa hari terakhir.

Kota ini berjarak sekitar 10 kilometer dari perbatasan Lebanon.

Keyakinan Pemberontak

Rabu pagi TV pemerintah Suriah mengklaim pasukan Assad berhasil menguasai sepenuhnya kota Qusair. "Pasukan bersenjata kami kembali mengembalikan stabilitas dan keamanan di seluruh kota Qusair," demikian isi berita yang disampaikan TV pemerintah Suriah.

Tetapi Jenderal Idriss membantah anggapan yang menyebut mereka kalah perang. Jenderal Idriss juga mengatakan bahwa mereka tidak akan menerima satu peran untuk Presiden Bashar al-Assad pasca konflik Suriah. "Jika harga untuk perdamaian adalah Bashar masih berkuasa di Suriah, maka kami tidak membutuhkan perdamaian semacam itu,'' katanya.

Jenderal Idriss berkeyakinan bahwa pasukan pemberontak akan memenangkan pertempuran melawan Assad. "Tetapi tanpa dukungan dari teman kami negara-negara Barat dan AS, pertempuran akan berlanjut dalam waktu yang sangat lama dan akan ada lebih banyak lagi martir, lebih banyak kerusakan,'' katanya.

Lebih dari 80.000 orang tewas di Suriah dan lebih dari 1,5 juta orang mengungsi sejak aksi penolakan rezim Assad dimulai tahun 2011.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X