Kompas.com - 04/06/2013, 19:58 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Meski kontrak pengiriman sudah diteken, Rusia belum mengirimkan rudal canggih S-300 kepada pemesannya, Suriah. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan hal itu di Yekaterinburg, Rusia, saat berjumpa dengan para pemimpin Uni Eropa, sebagaimana warta Itar-TASS pada Selasa (4/6/2013). "Kontrak memang sudah ditandatangani lama, tapi memang belum direalisasikan," begitu kata Putin.

Menurut Vladimir Putin, Rusia amat menjaga keseimbangan regional di Timur Tengah. "Rusia kembali mengingatkan, intervensi militer asing dalam krisis Suriah justru akan makin memperkeruh suasana," imbuh Putin.

Sebelumnya, Presiden Suriah Bashar Al-Assad, menurut penjelasan Putin, memang mengisyaratkan agar pengiriman rudal S-300 segera diwujudkan. Sementara itu, sebulan silam, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat bertandang ke Moskwa untuk meminta agar pengiriman rudal itu ke Suriah dibatalkan.

Putin memang setuju kalau ada pihak yang mengatakan rudal S-300 adalah mesin perang canggih untuk penjagaan pertahanan udara. "Rudal S-300 paling bagus, mungkin," begitu Putin menanggapi dengan kesan enteng.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.