Kompas.com - 04/06/2013, 15:56 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - NATO bersiaga terhadap masuknya Al Qaeda dari perbatasan Libya dan Mali. Lantaran itulah, kata Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen di Brussels pada Selasa (4/6/2013), pihaknya mengirim misi pakar ke Libya.

Menurut Rasmussen lebih lanjut, NATO mencurigai masuknya Al Qaeda yang memanfaatkan ketidakstabilan di Mali. Kini, arus militan dari Mali mulai sedikit demi sedikit masuk ke Libya.

Militansi di Mali belumlah usai pascaintervensi Perancis memerangi mereka bersama pemerintah Mali. Kini, anggota milisi yang berseteru dengan pemerintah dukungan Perancis itu memilih Libya sebagai tempat relatif aman untuk menyusun kembali kekuatan.

NATO, sebagaimana warta AP, sampai kini belum berkeputusan menarik pasukannya dari kawasan Afrika Utara. Kebijakan ini ditempuh lantaran pemimpin Libya sudah meminta NATO, AS, dan sekutunya untuk tetap menjaga negara itu.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.