Kompas.com - 04/06/2013, 15:42 WIB
EditorEgidius Patnistik

CHENGDU, CHINA — Baijiu, minuman keras asal China dengan aroma menyengat, merupakan minuman keras yang paling banyak dikonsumsi di dunia berkat popularitasnya di China. Namun kali ini, untuk pertama kalinya, para produsen ingin mengembangkan pasar ekspor.

Menurut data dari Riset Minuman Anggur dan Beralkohol Internasional, masyarakat China minum lebih dari 11 miliar liter baijiu pada 2012. Minuman tersebut disuling dari sorgum, gandum atau beras, mencakup sepertiga dari semua minuman beralkohol yang dikonsumsi di dunia.

Namun, karena generasi baru peminum di China mengonsumsi minuman impor, baijiu berisiko kehilangan pangsa pasar mereka, kecuali para pembuatnya menciptakan pasar baru di luar negeri.

"Baijiu belum dipasarkan ke Barat, tapi saya kira itu mungkin," ujar James Rice, Direktur pengelola Sichuan Swellfun Co Ltd, pembuat baijiu di Chengdu, China barat, yang sejumlah besar sahamnya dimiliki produsen minuman Diageo dari London.

"Orang-orang tertarik akan China dan ini ada bagian budaya China yang dapat dihidangkan di meja makan Anda."

Kesempatan itu juga telah menarik pengusaha-pengusaha kecil seperti David Zhou, yang mendirikan Everest Spirits LLC di Washington DC untuk mengimpor baijiu dan mengganti mereknya untuk dijual di pasar lokal.

"Kami benar-benar ingin memasarkannya untuk konsumen AS, dan kami yakin pasar AS dapat menerimanya," ujarnya.

Namun, Rice dan produsen lainnya menghadapi tantangan besar: Baijiu cenderung memberikan kesan pertama yang buruk.

"Pertama kali mencoba, rasanya seperti bahan pengencer cat dan seperti mengalami lobotomi cair. Tapi lama kelamaan saya menyukainya," ujar Michael Pareles, Manajer Federasi Ekspor Daging AS di Beijing.

Torsten Stocker, Ketua praktik konsumen Greater China pada Monitor Group di Hongkong, merasa skeptis dengan prospek ekspansi luar negeri.

Ia menyarankan agar minuman keras tersebut lebih baik didistribusikan di komunitas China di luar negeri yang jumlahnya semakin meningkat, yang sekarang bergantung pada toko-toko bebas pajak di bandar udara untuk persediaan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X