Kompas.com - 04/06/2013, 09:15 WIB
EditorEgidius Patnistik

ANKARA, KOMPAS.COM — Salah satu serikat buruh terbesar di Turki menyerukan aksi mogok hari Selasa dan Rabu, menyusul bentrok antara demonstran antipemerintah dan polisi dalam empat hari terakhir.

Serikat buruh untuk para pegawai negeri, KESK, mengecam tindakan pemerintah yang menggunakan kekerasan dalam menghadapi para pengunjuk rasa dan mengatakan serikat-serikat buruh lain akan mendukung seruan mereka.

Ikatan Dokter Turki, sementara itu, mengatakan, seorang demontran yang masih belia meninggal di satu rumah sakit di Istanbul. Ia mengalami luka-luka ketika mobil menabrak sekelompok pengunjuk rasa hari Minggu.

Sebelumnya Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan menyebut para demonstran sebagai ekstremis.

Makin otoriter

"Unjuk rasa diselenggarakan oleh para ekstremis. Ini bukan lagi soal pembangunan di Taman Gezi. Ada campur tangan baik dari dalam maupun luar Turki," kata PM Erdogan.

Demontrasi di Turki ini awalnya ditujukan untuk menentang rencana proyek pembangunan di Gezi, satu taman kota di Istanbul. Aksi ini merembet ke beberapa kota dan para demonstran menggunakan aksi ini untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah.

Menurut para demonstran, pemerintah pimpinan PM Erdogan makin otoriter. Mereka khawatir partai Erdogan, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), mencoba menerapkan nilai-nilai Islam konservatif ke kehidupan sehari-hari Turki yang sekuler.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pejabat mengatakan, lebih dari 1.700 ditahan dalam unjuk rasa di 67 kota, meski sebagian besar dari mereka sudah dibebaskan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.