Kompas.com - 04/06/2013, 09:02 WIB
EditorEgidius Patnistik

KABUL, KOMPAS.COM — Para anggota Taliban Afganistan mengatakan, mereka telah bertemu dengan sejumlah pejabat dan ulama di Iran, meskipun ada perbedaan ideologi yang mendalam.

Sebagian analis memandang langkah tersebut sebagai bagian dari upaya Iran untuk meningkatkan pengaruhnya di Afganistan, sementara pasukan internasional bersiap-siap untuk meninggalkan negara itu.

Menurut pernyataan Taliban yang dikeluarkan di Kabul hari Senin (3/6/2013), dua kelompok militan Taliban baru-baru ini berkunjung ke Iran atas undangan Pemerintah Iran. Kelompok pertama melakukan kunjungan yang tidak dijelaskan selama tiga hari, sementara kelompok kedua ikut dalam sebuah konferensi Islami.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Afganistan Janan Mosazai tidak banyak berkomentar mengenai laporan perundingan itu. Mosazai mengatakan, Pemerintah Afganistan menghubungi Iran untuk mengonfirmasi laporan-laporan tentang pertemuan tersebut, tapi sebelum mendapat jawaban. Menurutnya tidak perlu komentar lebih jauh mengenai isu ini.

Para analis berbeda pandangan mengenai dampak kontak-kontak antara Iran dan pemberontak Taliban, yang telah berperang melawan Pemerintah Kabul dan sekutu internasionalnya. Iran dan Taliban sama-sama membenci Amerika.

Davood Moradian, mantan penasihat kebijakan senior Presiden Afganistan Hamid Karzai, mengatakan, kontak-kontak itu diam-diam sudah berlangsung lama. Namun, ia mengatakan, perkembangan terakhir itu mencemaskan Afganistan karena tampaknya Taliban berupaya menunjukkan dirinya sebagai pilihan politik yang kuat terhadap pemerintah yang sekarang.

"Sangat disayangkan karena menyepelekan Pemerintah Afganistan. Kini Taliban dianggap atau setara dengan pemerintah, bersaing dengan pemerintah pusat di Kabul dan Afganistan tidak bisa menerima pemerintah de facto yang berbasis di Qatar," ujar Moradian.

Pemerintah Afganistan dan Amerika berharap bahwa dengan mendukung dibukanya kantor perwakilan Taliban di Qatar, perundingan damai bisa diadakan di sana untuk merundingkan diakhirinya kekerasan di Afganistan. Sejauh ini, perundingan damai tersebut belum terlaksana. Sebaliknya serangan-serangan musim semi lebih brutal tahun ini.

Laporan-laporan mengenai perundingan di Iran muncul selagi Taliban dan kelompok-kelompok militan lainnya meningkatkan serangan-serangan terhadap pasukan keamanan Afganistan.

Hari Senin, penyerang bunuh diri yang tampaknya menarget konvoi militer Amerika di Afganistan timur meledakkan bom yang menewaskan anak-anak sekolah dan tentara internasional.

Pasukan perang internasional dijadwalkan untuk meninggalkan Afganistan akhir tahun 2014. Serangan-serangan terakhir dipandang sebagai ujian bagi pasukan keamanan Afganistan menjelang penarikan pasukan internasional.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X