Indonesia Berperan Besar dalam Kemerdekaan Aljazair

Kompas.com - 03/06/2013, 13:29 WIB
|
EditorEgidius Patnistik

ALGIERS, KOMPAS.com — Indonesia memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Aljazair. Salah satu bentuk peran penting Indonesia itu adalah ketika Pemerintah Indonesia mengundang delegasi dari Aljazair untuk berpartisipasi dalam Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Aljazair meraih kemerdekaan dari Perancis tahun 1962.

Peran penting Indonesia itu diungkap dalam forum seminar internasional yang digelar Kedutaan Besar RI untuk Aljazair di Gedung Arsip Nasional Aljazair pada Minggu (2/6/2013) dalam rangka peringatan 50 tahun hubungan Indonesia-Aljazair.

Dubes pertama Aljazair untuk Indonesia, Demanglatrus, dalam forum seminar itu menegaskan, peran Indonesia dalam revolusi kemerdekaan sangat besar. Salah satunya dengan upaya pemerintah saat itu, di bawah kepemimpinan Bung Karno, mengundang delegasi dari Aljazair untuk ikut dalam Konfrensi Asia Afrika di Bandung.

 

Demanglatrus juga mengakui peran tokoh-tokoh Indonesia dalam masa revolusi Aljazair sampai merdeka, hingga mengirim dirinya sebagai dubes pertama Aljazair di Indonesia.

Dubes RI untuk Aljazair Ni'am Salim dalam sambutannya berharap kedua bangsa membuat paradigma baru dalam menjaga dan mengawal hubungan yang sudah berumur 50 tahun ini. Paradigma itu adalah kerangka diplomatik yang tidak sekadar berbasis pada kebutuhan pragmatis, tetapi juga mengikat diri pada visi yang menjangkau masa depan. Visi itu, misalnya, menciptakan iklim internasional yang lebih menyejahterakan, damai, dan berkeadilan.

Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Febrian A Ruddyard, yang juga menjadi pembicara dalam acara seminar itu, menginginkan kedua bangsa semakin progresif dalam menciptakan hubungan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Febrian juga menyinggung perlunya penguatan soft diplomacy antarkedua negara dengan pelibatan maksimal unsur masyarakat. Sebab, jika hanya mengandalkan negara, hal itu akan membutuhkan waktu yang lama dan panjang. "Maka, people to people diplomacy harus digalakkan. Negara tinggal mengawal dan meng-encourage saja," ujarnya.

Sementara itu, Presiden ICIS KH Hasyim Muzadi dalam paparannya menyingung perlunya peran organisasi sosial kemasyarakatan yang kuat dalam membantu memperkuat hubungan kedua bangsa agar lebih terasa di masyarakat. Sebab, hubungan yang hanya mengandalkan negara dan pemerintah akan membutuhkan waktu yang panjang.

"Selain dagang dan ekonomi, perlu kiranya hubungan antarmasyarakat atau ormas-ormas sosial keagamaan juga dibangun. Untuk konteks Indonesia, NU siap membantu memperkuat hubungan ini," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X