Kompas.com - 03/06/2013, 11:26 WIB
EditorEgidius Patnistik

LONDON, KOMPAS.COM — Puluhan orang ditangkap di London saat kelompok sayap kanan dan anti-fasis saling berhadapan terkait kasus pembunuhan seorang tentara Inggris oleh tersangka Islam garis keras.

Polisi Metropolitan London mengatakan, 58 orang dari kelompok Unite Against Fasisme (UAC) ditangkap setelah mereka berkumpul untuk menentang unjuk rasa oleh British National Party (BNP) yang berhaluan kanan di dekat kantor Parlemen.

Para demonstran UAF yang ditangkap, merupakan bagian dari sebuah kelompok sekitar 300 orang yang menentang unjuk rasa sekitar 150 orang BNP, ditahan atas dugaan melanggar UU Ketertiban Umum.

Demonstrasi itu terjadi saat Michael Adebolajo (28 tahun), salah satu dari dua tersangka utama dalam pembunuhan tentara Inggris itu, dimintai keterangan untuk hari kedua setelah ia keluar dari rumah sakit. Dia dan tersangka utama lainnya, Michael Adebowale (22 tahun), ditembak dan terluka oleh polisi di lokasi pembunuhan, tak lama setelah tentara Lee Rigby (25 tahun) dicincang sampai tewas di dekat baraknya di Woolwich, London tenggara.

Dari pemeriksaan atas kematian Rigby diketahui bahwa dia ditabrak sebuah mobil sebelum diserang oleh dua pria bersenjata golok dan pisau di jalan di pinggiran kota. Aksi kedua orang itu sempat difilmkan oleh sejumlah saksi.

Adebowale dituduh telah melakukan pembunuhan. Kedua tersangka merupakan warga London yang masuk Islam setelah dibesarkan dalam dalam sebuah keluarga Kristen Nigeria.

Adebowale muncul di pengadilan untuk pertama kali pada Kamis dan akan menjalani proses aplikasi jaminan di Old Bailey London pada Senin ini, menjelang sidang pra-peradilan pada 28 Juni. Sepuluh orang lainnya telah ditangkap dalam kasus tersebut, termasuk dua perempuan yang kemudian dibebaskan tanpa tuduhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keluarga Rigby telah mengeluarkan seruan yang meminta masyarakat tenang menyusul sejumlah serangan terhadap masjid dan peningkatan insiden anti-Muslim.

Sabtu lalu, BNP dan demonstran anti-fasis saling serang lewat nyanyian, yang dilakukan dari balik barikade logam. Pemimpin BNP, Nick Griffin, mengatakan, partai itu menginginkan perjanjian damai antara Barat dan Islam. "Kami (akan) meninggalkan tanah mereka, kami berhenti menyerang mereka, kami berhenti mengebom pesta pernikahan mereka, dan pada gilirannya, mereka meninggalkan tempat kami. Maka kita dapat memiliki kedamaian."

"Mereka mencoba untuk mengambil keuntungan dari pembunuhan yang sangat menyakitkan terhadap seorang prajurit muda,'' kata ketua UAF, Steve Hart. "Di kota ini, London, sebagian besar penduduk mendukung multikulturalisme. Kami sebuah kota yang multikultural. Kami menyukainya, kami mencintainya, itu adalah cara kami ingin hidup.''

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.