Oposisi Buka Front Baru

Kompas.com - 03/06/2013, 02:38 WIB
Editor

Kairo, Kompas - Kubu oposisi Suriah berusaha meringankan tekanan terhadap kota Al-Qusair yang terkepung pasukan pemerintah dan milisi Hezbollah selama hampir dua pekan ini. Pasukan oposisi, Minggu (2/6), membuka front pertempuran baru di Al-Rastan, utara Al-Qusair, untuk mengurangi beban pasukan oposisi di Al-Qusair. Pasukan oposisi juga mendalangi peledakan bom mobil dekat kantor polisi di Damaskus yang menewaskan delapan polisi.

Stasiun televisi Al-Jazeera, mengutip organisasi Pemantau HAM Suriah (SOHR), memberitakan, pertempuran sengit antara pasukan oposisi melawan pasukan pemerintah dan milisi Hezbollah terus berkobar di Al-Qusair dan desa-desa di sekitarnya.

Pasukan pemerintah dan milisi Hezbollah gagal menguasai Al-Qusair sepenuhnya karena dipertahankan mati-matian oleh pasukan oposisi. Pasukan oposisi di Al-Qusair ini mendapat bantuan dari Brigade Tauhid, pasukan oposisi dari kota Aleppo di utara.

Adapun pasukan pemerintah mendapat dukungan 15 tank tambahan dan sejumlah rudal pintar yang dipandu laser untuk menekan pasukan oposisi di kota Al-Qusair.

Koalisi Nasional Suriah (NC), payung utama kubu oposisi, dalam keterangan persnya, Sabtu, menegaskan, pasukan oposisi di Al-Qusair sepakat menegakkan satu kata, satu komando, dan satu tujuan untuk membebaskan Suriah dari serangan asing.

Dilarang masuk

Pertempuran di Al-Qusair belum memperlihatkan tanda akan berakhir sehingga Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon menyerukan kedua pihak yang bertikai agar mengizinkan warga sipil meninggalkan kota itu. Komite Internasional Palang Merah (ICRC) juga meminta relawannya bisa masuk kota itu setiap saat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Komisi HAM PBB Navi Pillay dan Koordinator Urusan Kemanusiaan PBB Valerie Amos juga mengungkapkan kecemasan mereka atas nasib warga sipil yang terkepung di kota Al-Qusair.

Namun, Pemerintah Suriah mengatakan, relawan ICRC tak bisa masuk Al-Qusair hingga pertempuran berhenti. Hal itu ditegaskan Menteri Luar Negeri Suriah Palang Walid al-Moallem saat dihubungi Ban Ki-moon.

Sementara itu, Rusia hari Sabtu kembali menggagalkan upaya Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi berisi kecemasan PBB atas memburuknya situasi di Al-Qusair.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.