China Merangkul Amerika Latin

Kompas.com - 01/06/2013, 03:04 WIB
Editor

Port of Spain, Jumat - Saat Presiden China Xi Jinping memulai kunjungan ke Amerika Latin dan Karibia hari Jumat (31/5), dia akan melihat sebuah kawasan yang terpecah antara negara-negara yang mempunyai hubungan perdagangan dengan Beijing dan negara-negara yang mengakui Taiwan.

Xi akan memulai kunjungannya di Trinidad-Tobago di Karibia sebelum menuju Kosta Rika dan Meksiko. Kedua negara terakhir itu dikunjungi Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pada awal Mei.

Hubungan perdagangan China dengan Amerika Latin telah membubung dalam tahun terakhir. China, negara dengan perekonomian nomor dua dunia itu, memanfaatkan kekayaan tambang dan minyak kawasan itu sebagai bahan bakar pertumbuhan ekonominya, tetapi beberapa negara khawatir mengenai melebarnya defisit perdagangan.

Kunjungannya ke Trinidad— yang pertama oleh seorang presiden China—terjadi segera setelah kunjungan oleh Wakil Presiden AS Joe Biden, yang menghadiri pertemuan puncak dengan para pemimpin Karibia di Port of Spain pekan ini.

”Kunjungan-kunjungan ini sangat khusus dan merupakan saat-saat bersejarah bagi Trinidad-Tobago,” kata Menteri Komunikasi Jamal Mohammed mengenai kedua kunjungan tersebut.

Perdalam kerja sama

Pemerintahan Perdana Menteri Kamla Persad-Bissessar melihat kunjungan pemimpin China itu sebagai sebuah kesempatan untuk memperdalam kerja sama perdagangan, konstruksi, dan industri berat. Menurut kantor berita Xinhua, kedua pihak akan menandatangani kerja sama perdagangan dan pendidikan,

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam konferensi pers di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, menyebut, Trinidad, negara dengan 1,3 juta warga, sebagai ”mitra kerja sama penting China di kawasan Karibia yang berbahasa Inggris”.

Walau Trinidad, Kosta Rika, dan Meksiko mengakui Beijing, enam negara Amerika Tengah dan lima negara Karibia telah menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian dari wilayahnya menanti reunifikasi. Keduanya terpecah tahun 1949 setelah sebuah perang saudara.

Menurut Komisi Ekonomi PBB untuk Amerika Latin dan Karibia (ECLAC), China kini sumber impor nomor dua bagi Amerika Latin, mengambil alih tempat yang sebelumnya diduduki Uni Eropa.

Direktur Kantor Regional ECLAC di Meksiko Hugo Beteta mengatakan, walaupun China telah menjadi mitra dagang kunci dengan kawasan itu, ekspor Amerika Latin masih terlalu berfokus pada bahan mentah. Sementara itu, impor manufaktur China telah menyebabkan defisit perdagangan besar yang menguntungkan Beijing.

Menurut bank sentral Meksiko, pihaknya mengimpor dari China 57 miliar dollar AS tahun lalu dan mengekspor ke China hanya 5,7 miliar dollar AS.

Sebelum mengunjungi Meksiko tanggal 4-6 Juni, Xi hari Minggu menuju Kosta Rika, satu-satunya negara Amerika Tengah yang telah beralih dari Taipei ke Beijing. Kunjungan itu untuk pembicaraan dengan Presiden Laura Chinchilla dan untuk menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi. (AFP/DI)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.