Kompas.com - 31/05/2013, 14:56 WIB
EditorErvan Hardoko

TEHERAN, KOMPAS.com — Iran secara resmi menghapus hukuman rajam atau dilempari batu sampai mati untuk para terpidana kasus-kasus percabulan. Hakim boleh memberikan bentuk hukuman baru sesuai revisi yang diumumkan, Kamis (30/5/2013).

Salah satu ayat dalam kitab undang-undang hukum Islam baru yang dipublikasikan pekan lalu menegaskan, bila pelaksanaan hukuman rajam tidak dimungkinkan, hakim berhak menjatuhkan bentuk hukuman lain yang disetujui kepala pengadilan.

Namun, tidak dijelaskan lebih rinci terkait kalimat "jika pelaksanaan hukuman rajam tidak dimungkinkan".

Di bawah interpretasi syariat Islam yang diberlakukan sejak Revolusi 1979, pelaku kejahatan seksual dijatuhi hukuman mati dengan cara dirajam.

Jika terpidana adalah perempuan, dia akan dikubur sebatas leher. Namun, jika si pelaku adalah pria, dia akan dikubur sebatas pinggang. Setelah dikubur, barulah para terpidana itu dilempari batu. Nyawa mereka akan diampuni jika para terpidana itu bisa melepaskan diri sebelum tewas.

Hukuman rajam terakhir dilaporkan pada 2009. Saat itu, seorang terpidana pria dirajam hingga tewas di kota Rasht, di wilayah utara Iran.

Setidaknya, 150 orang menjalani hukuman rajam sejak 1980. Demikian data yang disampaikan Komite Anti-Hukuman Rajam pada 2010.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.