Kompas.com - 31/05/2013, 14:20 WIB
EditorErvan Hardoko

"Namun, gugatan itu tak berhasil (mencegah Mursi mencalonkan diri)," kata Al-Damaty.

Al-Damaty menambahkan, undang-undang Mesir melarang calon presiden memiliki kewarganegaraan ganda. Namun, aturan itu tak berlaku untuk istri, orangtua, atau anak-anaknya.

"Si pengacara (Salem) mengajukan gugatan ini untuk sekadar menarik perhatian media," ujar Al-Damaty.

Dalam sidang hari Kamis itu, kata Al-Damaty, dia menyerahkan berbagai dokumen yang menyatakan anak-anak Mursi sudah mendapatkan izin kementerian dalam negeri sebelum mendapatkan kewarganegaraan AS.

Namun, Salem menyatakan persetujuan yang diberikan kementerian dalam negeri menunjukkan adanya konspirasi untuk kepentingan anak-anak Mursi.

Sidang ini ditunda hingga 27 Juni mendatang. Pengadilan meminta dokumen-dokumen resmi dari kementerian dalam negeri untuk melakukan verifikasi atas klaim Al-Damaty.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.