Kompas.com - 31/05/2013, 14:20 WIB
EditorErvan Hardoko

KAIRO, KOMPAS.com — Sebuah pengadilan di Mesir, Kamis (30/5/2013), memutuskan untuk menunda proses sidang tuntutan untuk melucuti status kewarganegaraan AS yang kini disandang seorang putra dan putri Presiden Muhammad Mursi.

Gugatan ini diajukan pengacara Muhammad Salem yang menilai status kewarganegaraan ganda itu berpotensi "mengancam keamanan nasional Mesir".

Oleh karena itu, Salem menuntut agar status warga negara AS yang dimiliki anak-anak Mursi segera dicabut.

Kepada Al Arabiya, Salem mengatakan, tindakan anak-anak Mursi memiliki paspor AS sementara tetap mempertahankan kewarganegaraan Mesir adalah sebuah tindakan ilegal.

"Ini sangat memalukan bagi Mursi, Presiden negara Arab terbesar, karena anak-anaknya ternyata memiliki kewarganegaraan AS," ujar Salem.

Salem kemudian mengatakan status anak-anak Mursi ini adalah sebuah ironi bagi Ikhwanul Muslimin.

"Publik mengenal Ikhwanul Muslimin sebagai entitas anti-Amerika, Zionisme, dan Israel. Apakah mungkin anak-anak Presiden Mursi adalah warga negara Amerika? Amerika adalah pendukung utama Zionisme!" tambah Salem.

Kedua anak Mursi, Ahmed dan Shayma'a, menerima status warga negara AS saat mereka lahir pada 1980-an. Saat itu, Mursi bekerja di AS sebagai salah seorang dosen di negeri itu.

Sebenarnya, undang-undang Mesir mengizinkan warganya memiliki kewarganegaraan ganda. Hal ini juga berlaku untuk anak-anak Mursi. Demikian kata kuasa hukum anak-anak Mursi, Mohamed al-Damaty.

"Gugatan ini pernah diajukan untuk mencegah Mursi mencalonkan diri dalam pemilihan presiden," kata Al-Damaty.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X