Kompas.com - 31/05/2013, 08:22 WIB
EditorEgidius Patnistik

KOMPAS.com — Aktivis feminisme yang melakukan protes dengan bertelanjang dada diadili di Tunisia di tengah protes yang menyebutnya menghina Islam.

Amina Tyler ditahan pekan lalu setelah ia menulis Femen—nama kelompok feminisme di Ukraina—di satu tembok dekat masjid utama di kota Kairouan. Tyler adalah anggota kelompok Femen.

Ia didakwa memiliki alat semprot merica secara ilegal . Ia mendapatkan ancaman mati setelah menerbitkan foto telanjang dada di internet dengan tulisan "tubuh saya adalah milik saya" di perutnya.

Di Tunis, tiga anggota kelompok Femen—dua Perancis dan seorang Jerman—juga dihadirkan ke pengadilan setelah ditahan pada Rabu (29/5/2013) karena melakukan protes dengan bertelanjang dada.

Protes seperti itu merupakan yang pertama di dunia Arab dan mengejutkan banyak pihak di Tunisia.

Pihak garis keras Islamis menerapkan peraturan yang lebih ketat sejak revolusi di negara itu bulan Januari 2011.

Protes dengan bertelanjang dada

Sementara itu, menjelang sidang Amina Tyler di Kairouan, sekitar 150 kilometer dari Tunis, banyak warga yang berkumpul di luar gedung pengadilan. Kuasa hukum Amina Tyler, Leila Ben Debba, mengatakan kasus itu bukan menyangkut moralitas.

"Kasus ini bukan tentang moral... Ini menyangkut masalah lain," kata Ben Debba.

Sementara itu, Hamed El Magrebi, kuasa hukum yang mewakili masyarakat yang marah atas tindakan Tyler, menyerukan agar ia dikenakan dakwaan mengancam keamanan kota.

"Insiden ini menyebabkan kekerasan. Penduduk kota Kairouan tersinggung atas perempuan ini," kata El Magrebi.

Kelompok Femen, yang didirikan di Ukraina dan bermarkas di Paris, berkembang sejak 2010. Mereka melakukan unjuk rasa dengan bertelanjang dada terkait berbagai isu perlakuan buruk terhadap perempuan dan kediktatoran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.