Kompas.com - 29/05/2013, 21:57 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

MONTPELLIER, KOMPAS.com - Kepolisian Perancis hari Rabu (29/5/2013) dikerahkan ke seputar gedung Dewan Kota Montpellier, di Perancis selatan, berkaitan dengan dilangsungkannya pernikahan sesama gay.

Pernikahan homoseksual ini menjadi sejarah, karena merupakan yang pertama di Perancis. Polisi perlu dikerahkan, mengingat aksi protes sengit selama pembahasan UU yang memungkinkan dilangsungkannya pernikahan sama jenis di Perancis. UU ini baru disetujui parlemen Perancis awal bulan ini.

Pengantin Bruno Boileau sebagaimana dikutip kantor berita AP, mengaku sangat prihatin dengan langkah penjagaan keamanan yang demikian ketat, menjelang pernikahannya dengan pasangannya Vincent Autin. Penjagaan dilakukan mengantisipasi adanya serangan dari kelompok yang menentang perkawinan sesama jenis ini.

Wali Kota Montpellier, Helene Mandroux, yang akan memimpin upacara perkawinan di Dewan Kota, Rabu menegaskan, "Hari ini, pria dan perempuan di Perancis tidak akan lagi menghadapi diskriminasi berkaitan dengan orientasi seks mereka."

Pada hari Minggu lalu, puluhan ribu orang melakukan protes di Paris menentang disahkannya UU yang memungkinkan perkawinan sesama jenis ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X