Kompas.com - 29/05/2013, 18:44 WIB
EditorErvan Hardoko

MONTPELLIER, KOMPAS.com — Hari ini, Rabu (29/5/2013), Perancis akan menggelar pernikahan gay pertamanya setelah pengesahan undang-undang pernikahan gay disusul sejumlah unjuk rasa, yang sebagian di antaranya diwarnai bentrokan.

Wali Kota Montpellier akan menikahkan pasangan Vincent Austin dan Bruno Boileau pada pukul 15.30 GMT atau sekitar pukul 22.30 WIB malam ini.

"Sehari sebelum kami menyatakan 'YA'! Sangat tidak sabar, sangat bahagia," itulah kicauan Vincent Austin (40) lewat akun Twitter-nya, Selasa (28/5/2013), tentang pernikahannya dengan Boileau (30), kekasihnya selama tujuh tahun.

Pernikahan yang juga akan dihadiri juru bicara pemerintah sosialis Najat Vallaud-Balkacem, menjadi puncak perseteruan terkait pengesahan undang-undang pernikahan gay.

Undang-undang itu resmi diberlakukan pada 18 Mei yang langsung disambut gembira massa pendukungnya. Namun, kelompok warga penentang mengisyaratkan bakal terus berjuang melawan produk hukum itu.

Setelah melakukan unjuk rasa di Paris, kelompok penentang pernikahan gay juga akan menggelar aksi di Montpellier yang kini mendapat julukan "San Fransisco dari Perancis" karena memiliki reputasi yang pro-kelompok gay.

Dengan adanya rencana unjuk rasa ini, maka rencana pemerintah kota Montpellier menyiarkan pernikahan gay resmi pertama lewat layar raksasa dibatalkan.

Sementara itu, Austin dan Boileau juga batal menggunakan aula kantor wali kota yang ternyata terlalu kecil untuk menampung tetamu. Mereka akhirnya memilih tempat yang lebih besar.

Dua kursi telah ditempatkan di bagian depan di mana Wali kota Helene Mandroux akan berdiri. Di sebelah kanan wali kota ada foto Presiden Francois Hollande, sedangkan di sebelah kiri terdapat empat bendera, termasuk bendera Perancis dan Uni Eropa.

Sebanyak 500 orang tamu, termasuk 230 wartawan dari 100 media massa seluruh dunia, akan datang dalam pesta itu.

"Kami adalah negara ke-14 yang mengakui pernikahan gay," kata wali kota Helene Mandroux.

Perancis, meski sekuler, sebagian besar penduduknya memeluk Katolik sehingga pengakuan negara atas pernikahan sejenis memicu perdebatan panjang.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X