Rusia Kecam Keputusan Uni Eropa Cabut Embargo Senjata ke Suriah

Kompas.com - 29/05/2013, 07:24 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

MOSKWA, KOMPAS.com — Rusia menyatakan bakal melanjutkan pengiriman rudal anti-pesawat S-300 untuk Pemerintah Suriah. Negeri Beruang Merah berpendapat, pengiriman senjata ini akan membantu mencegah intervensi asing terlibat dalam konflik Suriah.

Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov mengatakan, rudal ini adalah "faktor penyeimbang" yang bisa menghalangi "beberapa pemarah" memasuki konflik. Rusia juga mengkritik keputusan Uni Eropa yang tidak memperpanjang embargo senjata terhadap Suriah.

Lebih dari 80.000 orang tewas dan 1,5 juta orang mengungsi dari Suriah sejak perlawanan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad dimulai pada tahun 2011, menurut perkiraan PBB.

Sebelumnya, para menteri luar negeri Uni Eropa menyatakan tak memperpanjang embargo senjata pada kubu oposisi Suriah. Dalam keputusan tersebut, setiap negara dipersilakan memutuskan kebijakan sendiri apakah akan mengirim senjata atau tidak kepada kubu oposisi penentang Assad. Pernyataan resmi Uni Eropa menyatakan, pencabutan embargo senjata pada tahap ini tak akan dilanjutkan dengan pengiriman senjata.

Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa menyatakan, pencabutan embargo akan ditinjau kembali sebelum 1 Agustus 2013, tanpa menyebut tenggat waktu pasti. Saat ini Uni Eropa masih menanti perkembangan inisiatif yang digalang Rusia dan Amerika terkait penyelesaian konflik Suriah.

Berbicara kepada BBC, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan, 1 Agustus 2013 bukanlah sebuah tenggat waktu. Menurut dia, Inggris bisa mulai mempersenjatai kubu oposisi Suriah dari sekarang, walaupun sejauh ini belum ada rencana aktif ke arah itu.

Dukungan atas keputusan Uni Eropa mendapat dukungan dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan, keputusan Uni Eropa ini adalah "penghalang upaya internasional untuk berkontribusi pada pencapaian penyelesaian politik"

Rusia mengatakan, keputusan Uni Eropa membahayakan prospek terjadinya pertemuan perdamaian internasional yang digalang Rusia dan Amerika Serikat. Rencananya, pertemuan tersebut akan berlangsung bulan depan.

Rusia berulang kali menghalangi upaya untuk menempatkan lebih banyak tekanan pada Assad. Seiring dengan AS, Moskwa telah memimpin upaya untuk mengatur sebuah konferensi perdamaian internasional di Suriah pada bulan depan.

Ryabkov mengatakan, kontrak pengadaan rudal S-300 sudah ditandatangani beberapa tahun lalu. S-300 adalah sistem rudal permukaan-ke-udara yang sangat mampu merontokkan pesawat terbang dan punya kemampuan sebagai rudal balistik. Rudal ini secara luas disandingkan dengan kemampuan rudal Patriot milik Amerika Serikat yang dipakai pasukan NATO untuk "menjaga" ruang udara Turki dari serangan Suriah.


 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X