Oposisi Anggap Keputusan Uni Eropa Belum Cukup

Kompas.com - 29/05/2013, 02:30 WIB
Editor

ISTANBUL, SELASA - Kubu oposisi Suriah menanggapi positif keputusan Uni Eropa untuk mengakhiri embargo senjata terhadap mereka. Meski demikian, mereka menganggap keputusan itu sudah terlambat dan tidak cukup untuk mengakhiri konflik di Suriah.

”Tentu saja itu langkah positif, tetapi kami khawatir keputusan itu sudah terlambat dan tidak cukup. Rakyat Suriah sudah kecewa. Mereka mengira negara- negara demokrasi peduli dengan orang-orang yang sedang mencari demokrasi,” kata Louay Safi, juru bicara Koalisi Nasional Suriah (NC)—payung organisasi kelompok oposisi.

Safi menambahkan, senjata memang menjadi salah satu hal yang dibutuhkan kubu oposisi. Namun, mereka juga mengharapkan dukungan yang lebih tegas dari UE.

”Kami perlu memberikan perlindungan kepada rakyat sipil, kepada rakyat Suriah. Senjata menjadi salah satu elemen saja, tetapi kami juga ingin Uni Eropa mengambil posisi yang lebih serius dan keputusan tegas,” ujar Safi, di sela-sela pertemuan internal NC di Istanbul, Turki, Selasa (28/5).

Keputusan UE diambil hari Senin setelah melalui perdebatan panjang para menteri luar negeri negara-negara anggotanya selama 12 jam di Brussels, Belgia. Mereka sepakat mencabut embargo senjata bagi pihak oposisi, tetapi tetap mempertahankan embargo dan sanksi-sanksi lain terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Para anggota UE sempat berbeda sikap terkait gagasan mempersenjatai kelompok oposisi di Suriah. Perancis dan Inggris mendorong gagasan tersebut. Sebaliknya, Austria, Swedia, Finlandia, dan Ceko menolak menambah senjata ke konflik yang sudah menewaskan 94.000 orang itu.

Menurut Menteri Luar Negeri Austria Michael Spindelegger, yang dari awal menentang pencabutan embargo senjata, mengirim senjata ke daerah konflik bertentangan dengan prinsip- prinsip Eropa sebagai ”komunitas perdamaian”.

Sementara Menlu Inggris William Hague berkeras ini adalah keputusan tepat karena akan mengirim pesan keras kepada Presiden Assad dan mendorong proses politik. Hague juga mengatakan, meski Inggris mendukung pencabutan embargo, negara itu tidak akan segera mengirim senjata dalam waktu dekat.

Dalam kesepakatan UE tersebut, keputusan pengiriman senjata akan ditentukan oleh masing-masing negara anggota. Seorang pejabat Perancis menambahkan, pencabutan embargo senjata itu masih bersifat ”teoretis”, dan tidak akan ada keputusan pengiriman senjata sebelum tanggal 1 Agustus.

Tanggal itu ditetapkan untuk memberi kesempatan proses perdamaian yang digagas oleh AS dan Rusia saat ini berjalan lebih dulu. AS dan Rusia sedang mendorong digelarnya konferensi internasional soal Suriah yang disebut Konferensi Geneva II.

Keputusan UE itu langsung mendapat reaksi keras dari Rusia, yang dikenal sebagai sekutu dekat Pemerintah Suriah. Menurut Deputi Menlu Rusia Sergei Ryabkov menyebut pencabutan embargo oleh UE itu telah merusak secara langsung prospek Konferensi Geneva II. Sebelumnya, Rusia juga dilaporkan mengirim rudal antipesawat kepada pihak rezim. (AFP/AP/DHF)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X