Kompas.com - 28/05/2013, 05:19 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

JORDANIA, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri AS John Kerry, Minggu (26/5/2013), mendorong rencana pengucuran dana 4 miliar dollar AS untuk rencana pembangunan ekonomi kawasan Tepi Barat, Palestina. Pernyataan yang disampaikan dalam World Economic Forum di Jordania, dia harapkan akan membantu mendorong perdamaian di kawasan tersebut.

Tidak ada detail rincian dalam pernyataan yang dikutip CNN pada Senin (27/5/2013) tersebut. "(Namun) faktanya adalah kita berupaya memobilisasi investasi 4 miliar dollar AS," kata Kerry.

Sebuah tim telah diterjunkan dan melihat peluang di bidang pariwisata, konstruksi, energi, dan pertanian, kata Perry, di antara sekian peluang lain yang ada sebagai rekomendasi untuk Palestina. Para ahli berpendapat rencana ini akan meningkatkan pendapatan domestik bruto (PDB) Palestina hingga 50 persen dalam tiga tahun ke depan dan menekan angka pengangguran menjadi 8 persen dari saat ini 21 persen.

Inisiatif tersebut mendapat dukungan, baik dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu maupun Presiden Palestina Mahmoud Abbas. "Apakah ini fantasi? Saya tidak berpikir begitu karena ada contoh hebat investasi dan kewirausahaan yang berjalan di Tepi Barat," kata Kerry, dengan kehadiran Abbas dan Presiden Israel Shimon Peres. "Jadi kita tahu itu bisa dilakukan," ungkapnya.

Namun, Kerry mengakui bahwa belum pernah ada pengalaman upaya terkonsentrasi semacam ini untuk membahas topik tersebut ke sebuah meja perundingan. Dia tak menyebutkan perusahaan apa saja yang bakal terlibat dalam rencana ini. Tak dia sebutkan pula kapan dan dalam bentuk apa dana tersebut dikucurkan.

Kerry telah menjadikan masalah Israel-Palestina sebagai salah satu program kerja utamanya sebagai diplomat tinggi Amerika Serikat. Dia menghabiskan lebih banyak waktu pada masalah ini dibandingkan masalah lain, bahkan menjalin kontak hampir beberapa jam beberapa hari sepekan dengan Netanyahu dan Abbas.

"Perundingan tidak berhasil jika Anda tidak bernegosiasi," kata Kerry. "Kami mencapai titik kritis di mana keputusan-keputusan sulit harus dibuat, dan saya hanya meminta Anda semua untuk menjaga mata Anda terfokus pada apa yang sebenarnya bisa dilakukan di sini. Pikirkan semua yang dapat berubah."

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.