Kompas.com - 27/05/2013, 12:25 WIB
EditorErvan Hardoko

ANKARA, KOMPAS.com — Kelompok Islam radikal Turki menyerang sekelompok orang yang berciuman di stasiun kereta bawah tanah Turki, seperti dikabarkan media setempat, Minggu (26/5/2013).

Aksi berciuman ini adalah bagian dari protes sejumlah kalangan muda atas kampanye moral yang dilakukan Pemerintah Turki.

Harian Hurriyet dan Milliyet memberitakan satu orang mengalami luka tusukan ketika kelompok radikal menyerang para pelaku unjuk rasa ciuman itu, Sabtu (25/5/2013).

Pada Sabtu itu, sekitar 100 orang berciuman selama beberapa menit sebagai bentuk protes. Sambil berciuman, para pemrotes juga membawa spanduk berbunyi "Bebas Berciuman" dan meneriakkan slogan-slogan pro-kebebasan.

Sekitar 200 orang melakukan aksi unjuk rasa sambil berciuman di Ankara setelah partai penguasa, Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP), mengkritik kebiasaan kaum muda Turki yang gemar berciuman di tempat umum.

Turki adalah negara sekuler meski sebagian besar warganya memeluk Islam. Pemerintahan PM Recep Tayyip Erdogan selama berkuasa telah memperkenalkan sejumlah kebijakan yang dinilai kelompok oposisi sebagai upaya untuk membawa Turki menjadi sebuah negara Islam.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X