Kompas.com - 27/05/2013, 08:58 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

OREGON, KOMPAS.com - Anjing pelacak dikerahkan mencari bahan peledak di sebuah SMA di Oregon, Amerika Serikat, sebelum para siswa kembali dari liburan akhir pekan Memorial Day. Salah satu siswa setempat mengaku berencana meledakkan sekolah itu.

Jaksa Benton County, John Haroldson, mengatakan siswa tersebut juga mengaku bahwa peristiwa penembakan di SMA Columbine di Colorado pada 1999 telah mengispirasinya. Namun, bocah ini ingin membuat sesuatu yang melebihi serangan di Columbine itu, dengan meledakkan SMA West Albany.

Haroldson mengatakan anak tersebut yang diidentifikasi sebagai "Acord" membuat bom berbahan peledak, dicocokkan dengan "checklist" dan diagram, untuk mengungguli serangan di Columbine. Kepolisian setempat telah mendapatkan enam jenis bahan peledak pada bocah 17 tahun itu yang ditangkap pada Kamis (23/5/2013) malam di rumah ibunya, di Albany, Oregon.

Kepolisian mendapatkan napalm, pipa, tirisan bom, dan sebentuk bom molotov, Jumat (24/5/2013) malam, dari kompartemen rahasia di lantai kayu kamar tidur bocah itu. Haroldson mengatakan kepolisian mencurigai Acord berdasarkan informasi tentang aktivitas Acord membuat perangkat destruktif untuk diledakkan di sekolah. Kepala SMA West Albany, Susie Osborn, mengirimkan surat pada para orangtua siswanya, untuk mendesak anak-anak mereka berani berbicara kepada polisi bila mengetahui rencana Acord.

Menurut Haroldson, Acord bakal didakwa sebagai orang dewasa untuk dakwaan percobaan pembunuhan dengan pemberatan. Dia juga bakal dikenakan dakwaan pembuatan bom dan kepemilikan senjata mematikan dengan tujuan untuk digunakan pada orang lain. Sidang pemeriksaan pertama Acord dijadwalkan Selasa (28/5/2013).

CNN berupaya mendapatkan konfirmasi dari pengacara Acord. Seorang wanita menjawab di pintu rumah, diyakini sebagai ibu Acord, mengatakan kepada Katu yang terafiliasi ke CNN bahwa dia tak punya komentar. Sementara upaya kepolisian menemukan bom di SMA West Albany sudah dilakukan dua kali, dengan upaya pertama adalah pada malam Acord ditangkap. Baru pada pencarian kedua polisi melibatkan anjing pelacak.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.